Surya/

Road To Election

Ini Rahasia Kang Yoto Bebaskan Bojonegoro dari Peringkat Sepuluh Besar Daerah Termiskin

Kang Yoto: Dalam proses pembangunan di Bojonegoro, kami membangun wilayah yang nyaman untuk masyarakat. Kita tak berusaha menyamakan dengan kota maju

Ini Rahasia Kang Yoto Bebaskan Bojonegoro dari Peringkat Sepuluh Besar Daerah Termiskin
SURYA Online/Bobby Constantine Koloway
Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyampaikan visi dan misi bakal calon gubernur, di PWM Jatim, Sabtu (9/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bupati Bojonegoro, Suyoto, memamerkan sejumlah keberhasilannya pada acara penyampaian visi dan misi di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sabtu, (9/9/2017).

Di antaranya adalah program pengentasan kemiskinan yang berhasil membebaskan kabupaten yang berada di utara Jawa ini keluar dari peringkat sepuluh besar daerah termiskin di Jatim.

"Sebelum saya menjabat, Bojonegoro berada di peringkat ketiga daerah termiskin di Jatim," ujar pria yan akrab disapa Kang Yoto ini.

Kang Yoto mengungkapkan, pada awal pencalonannya dulu, ia menargetkan bahwa Bojonegoro bisa menyamai peningkatan ekonomi di Lamongan.

"Namun Alhamdulillah, kami justru bisa menyalip Lamongan. Tingkat kemiskinan di Lamongan berada di peringkat sepuluh, sedangkan kami ada di peringkat sebelas, sekaligus keluar dari kebiasaan masuk sepuluh besar," lanjutnya.

Kan Yoto mengungkapkan, keberhasilannya tersebut tak lepas dari program "Desa rasa kota, Kota rasa desa".

"Dalam proses pembangunan di Bojonegoro, kami membangun wilayah yang nyaman untuk masyarakat. Kita tak berusaha menyamakan dengan kota maju, namun membangun sesuai dengan kenyaman masyarakat," lanjutnya.

"Mengapa demikian? Di Singapura, 40 persen masyarakatnya juga tak bahagia dengan kota mereka. Untuk wilayah dengan bunuh diri tertinggi, Korea dan Jepang juga yang tertinggi. Apakah kita harus mencontoh kota mereka, sedangkan masyarakat di sana saja stres?," sindirnya.

Karena itulah, dalam membangun sebuah daerah, Kang Yoto lebih memprioritaskan kearifan lokal.

"Kami membangun daerah yang bisa meningkatkan produktivitas masyarakatnya," tandasnya.

Hal inilah yang nantinya akan ia lakukan apabila dipercaya menjadi Gubernur Jatim.

"Saya ini adalah calon gubernur yang belum jelas kepastiannya untuk mencalonkan gubernur. Saya baru kali pertama di panggil calon gubernur di forum resmi," lanjut politisi PAN ini.

"Sekalipun saya tak dicalonkan menjadi calon gubernur, bukan berarti saya selesai membangun bangsa. Saya bisa mengimplementasikan pikiran kami dalam membangun Jatim melalui aspek lainnya," tegas pria yang mengakhiri jabatan Bupati pada 2018 mendatang ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help