Surya/

Road To Election

Di Muhammadiyah, Kusnadi Beberkan Tiga Alasan Daftar Calon Wakil Gubernur Jatim

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jatim, Kusnadi membeberkan alasannya masuk dalam bursa Cawagub Jatim

Di Muhammadiyah, Kusnadi Beberkan Tiga Alasan Daftar Calon Wakil Gubernur Jatim
SURYA Online/Bobby Constantine Koloway
Bakal Calon Gubernur Jatim, Kusnadi, menyampaikan visi dan misinya di hadapan Pengurus Muhammadiyah, di PWM Jatim, Sabtu (9/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jatim, Kusnadi membeberkan alasannya masuk dalam bursa Calon Wakil Gubernur Jatim.

Di forum politik bertajuk "Dialog Publik Memilih Pemimpin Jawa Timur yang Berkemajuan", Kusnadi menyebut tiga alasan yang membuatnya akhirnya memutuskan maju menjadi calon wakil di hadapan Pengurus Muhammadiyah, di PWM Jatim, Sabtu (9/9/2017).

Pertama, sebagai ketua partai, pihaknya ingin menunjukkan adanya proses kaderisasi di internal partai yang telah berjalan.

"Kami tidak ingin orang bilang partai kami gagal dalam melakukan kaderisasi internal. Hal ini dibuktikan dengan keberanian ketua yang berani mencalonkan diri," ujar Kusnadi.

Alasan kedua, pihaknya juga ingin menepis tudingan beberapa pihak yang menyebut PDIP mengambil keuntungan dengan tiak mencalonkan kader internalnya.

"PDIP dengan 19 kursi DPRD Jatim memiliki nilai strategis di pilkada nanti. Sehingga, apabila tak ada kader internal yang mendaftar, kami kawatir pihak luar menuding kami telah mengambil keuntungan politis," ujarnya.

"Ada yang tanya, partai dapat apa kok sampai tak ikut persaingan?," ujarnya.

Alasan ketiga, pencalonan itu juga dilakukan untuk menghadapi Pemilu di 2019 mendatang.

"Apabila nantinya kami dipercaya menjadi waki gubernur, tentu, akan mempermudah kami menyelesaikan kompleksivitas yang ada ada pemilu 2019 mendatang," tegasnya.

Dalam pencalonannya ini, ia juga telah menyiapkan visi dan misi. Dalam penjelasannya, Kusnadi menyoroti beberapa sektor di Jawa Timur yang masih cukup minim. Di antaranya, adalah sektor pertanian.

"Saya telah berkeliling ke beberapa daerah dan melihat potensi pertanian yang masih minim," ujar pria yang juga menjabat Wakil DPRD Jatim ini.

Bukan hanya itu, ia juga menyoroti sektor infrastruktur, khususnya di bidang pendidikan.

"Aset Muhammdiyah di Jatim bisa mencapai Rp 100 triliun. Sedangkan APBD hanya sebesar Rp 27 triliun," ujar Kusnadi.

"Jumlah sekolahnya juga lebih banyak yang dimiliki Muhammadiyah. Masa yang dimiliki negara tidak lebih baik dengan yang lebih swasta," lanjutnya.

"Itulah beberapa pokok yan nantinya jug akan menjadi pokok perhatian kami apabila nantinya terpilih sebagai wakil gubernur Jatim," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help