Surya/

Mercedes Benz Targetkan Penjualan 200 Unit Truk Niaga Dalam Tiga Bulan

Mercedes Benz menargetkan penjualan 200 unit truk dalam tia bulan ke depan.

Mercedes Benz Targetkan Penjualan 200 Unit Truk Niaga Dalam Tiga Bulan
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Mercedes Benz targetkan penjualan 200 unit truk dalam 3 bulan 

SURYA.co.id | SURYA - Optimisme industri logistik yang memanfaatkan angkutan truk diprediksi mengalami pertumbuhan di semeSter II tahun 2017 ini.

Hal itu membuat PT Mercedes - Benz Distribution Indonesia (MBDINA) agresif memasarkan enam seri truk niaganya di berbagai daerah. 

Untuk pasar Surabaya dan Jawa Timur, salah satu dealer MBDINA, PT Kedaung Setya Motor, mentargetkan penjualan 200 unit dalam tiga bulan kedepan.

"Kami optimis sekali, karena saat ini banyak pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pengembangan logistik yang tentunya sangat memerlukan angkutan truk. Sehingga kami optimis tiga bulan bisa jual 200 unit untuk seri-seri baru truk Mercy," kata Tjipto Adi Hidajatno, President Director PT Kedaung Satrya Motor, Jumat (8/9/2017).

Keenam seri ini merupakan terdiri atas lima seri truk dan satu seri kabin. Lima seri truk meliputi varian 2528 C dan 3336 K dump truck untuk konstruksi dan pertambangan, 4028 T untuk traktor trailer, Axor 1623 R untuk transportasi barang, serta Axor 1623 untuk kontruksi.

The New Axor adalah murni produk dari Mercedes-Benz bukan produk produksi pabrikan lain lalu disatukan menjadi satu kendaraan. Mesin OM 906 LA sudah terbukti bagus karena sudah digunakan di jalanan Indonesia.

"Mesin ini sudah diaplikasikan pada bis Mercedes-Benz di Indonesia dan teruji memiliki lifetime yang panjang serta spare part juga banyak di pasaran,” tambah Markus Vilinger, CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia.

Mercy berambisi menguasai pasar domestik di segmen kendaraan niaga. Secara total nasional, sebenarnya ada sembilan seri mobil niaga yang dikeluarkan pabrikan asal Jerman tersebut.

Mereka juga merasa ada potensi pasar yang besar dengan adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan peremajaan armada bagi kontraktor yang menggarap proyek pemerintah.

’’Penggunaan truk tidak boleh lebih dari 5 tahun. Bahan bakarnya minimal sudah harus Euro 3. Kebijakan itu cukup membantu penjualan kendaraan niaga karena pemenang tender harus melakukan peremajaan,’’ lanjut Markus.

Meski sembilan jenis kendaraan niaga yang diboyong Mercy berstatus completely builtup (CBU), Markus optimistis harganya mampu berkompetisi dengan pabrikan asal Jepang.

Alasannya, pada akhir Agustus ini, pihaknya merakit utuh ( completely knocked-down) kendaraan-kendaraan tersebut di Indonesia.

Pasar kendaraan niaga di Jatim menurun 11 persen pada periode Januari–Juli 2017 (yoy). Penjualan kendaraan niaga juga merosot dari 7.063 unit (Januari–Juli 2016) menjadi 6.292 unit (Januari–Juli 2017).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help