Surya/

Lapor Cak

Rambu Petunjuk Arah Kendaraan di Depan KBS Dibiarkan Tergeletak

"Biasanya rambu itu ( Kendaraan R2 dan MPU R4 Satlantas Polretabes) terpasang di tengah jalan, tapi lebih dua mingguan dibiarkan tergeletak di taman."

Rambu Petunjuk Arah Kendaraan di Depan KBS Dibiarkan Tergeletak
surya/fatkhul alami
Rambu lalu lintas petunjuk arah dan pembagian kendaraan dibiarkan tergeletak di taman dekat TL depan KBS Jl Raya Darmo Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan rambu lalu lintas di Surabaya tidak semuanya mendapat perhatian. Rambu petunjuk arah dan pemisah kendararaan di traffic light (TL) depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dibiarkan tergeletak di pinggir jalan tak terurus.

Rambu lalu lintas dengan tulisan "Kendaraan R2 dan MPU R4 Satlantas Polretabes" itu, biasanya terpasang di dekat seperator TL depan KBS Jl Raya Darmo.

Fungsinya supaya pengendara mengetahui jalan yang dilewati. Di mana kendaraan roda 2 (R2) dan MPU harus melintas di lajur jalan sisi kiri dan kendaraan roda 4 (R4) berjalan di lajur sisi kanan.

Tapi, rambu tersebut sudah berpindah tempat tidak lagi di dekat seperator. Melainkan tergeletak di pinggir jalan tepatnya di taman dekat TL depan KBS Jl Raya Darmo.

Rambu tersebut tergeletak selama hampir dua minggu.

"Biasanya rambu itu ( Kendaraan R2 dan MPU R4 Satlantas Polretabes) terpasang di tengah jalan, tapi sudah lebih dua mingguan dibiarkan tergeletak di taman. Sudah tidak ada fungsinya lagi sebagai rambu petunjuk bagi pengendara," sebut Amirudin, warga Bendul Meriri Surabaya, belum lama ini.

Amirudin cukup menyayangkan rambu lalu lintas yang dibiarkan tergeletak tak berfungsi. Rambu tersebut sebenarnya cukup penting bagi pengendara di sana (TL depan KBS).

Pengendara jadi tahu lajur yang seharsnya dilewati dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

Jika tidak ada rambu petunjuk arah, kata Amirudin, pengendara kerap 'menyelonong' di lajur jalan yang tidak seharusnya. Bisa saja kendaraan roda dua lewat lajur kanan, sedang kendaraan roda empat (bukan MPU atau Busa Kota) lewat lajur jalan sisi kiri.

"Kalau kendaraan salah pilih lajur, pasti akan kena tilang. Karena di dekat traffic light dekat KBS sering terlihat polisi yang berjaga dan patroli," ucap Amirudin.

Kristian menyesalkan keberadaan rambu lalu lintas yang dibiarkan tergeletak di taman. Warga Sepanjang Sidoarjo ini berharap, rambu tersebut diapsang kembali sebagai petunjuk arah bagi pengendara yang lewat di TL depan KBS.

"Kembalikan saja rambu lalu lintas ke jalan, keberadaanya sangat membantu dan mengingatkan pengendara," pinta Kristian.

Ia yang hampir setiap hari melintas Jl Raya Darmo mengaku, lalu lintas di jalan tersebut sangat padat. Sehingga rambu lalu lintas petunjuk arah dan pemisah sangat dibutukan.

"Kalau yang sudah biasa lewat jalan Raya Darmo, sudah hafal. Tapi kalau jarang lewat atau pengendara dari luar Surabaya, tidak tahu dan seaktu-wakt kena tilang," tutur Kristian.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help