Surya/

Road to Election

PPP Kubu Djan Faridz Sayangkan Kubu Romi yang Telah Buka Penjaringan Calon Gubernur

Konflik internal di tubuh PPP berpotensi berimbas pada Pilkada Jatim tahun depan. Buktinya, kubu Djan Faridz kecewa ada penjaringan oleh kubu Romi.

PPP Kubu Djan Faridz Sayangkan Kubu Romi yang Telah Buka Penjaringan Calon Gubernur
surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Para pengurus PPP kubu Djan Faridz berfoto bersama usai gelaran Rapat Konsolidasi di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Konflik dualisme kepengurusan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpotensi ikut berimbas pada pilkada di Jatim tahun depan.

Belum adanya proses konsolidasi antara kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz menjadi salah satu penyebab proses pemenangan PPP untuk pilkada mendatang bisa terganggu.

Misalnya saja pada proses penjaringan bakal calon gubernur yang akan diusung oleh partai berlambang Ka'bah ini.

Baik kubu Dzan maupun Romi nyatanya memiliki pandangan yang berbeda.

PPP kubu Dzan Faridz menyayangkan sikap pengurus kubu Romi di Jatim yang telah membuka pendaftaran untuk bakal calon gubernur.

Untuk diketahui, saat ini kubu DPW Jatim pimpinan Romi memang sedang membuka pendaftaran bakal calon gubernur selama sekitar satu bulan.

"Seharusnya mereka tak membuka pendaftaran seperti itu. Sebab, putusan konflik di partai ini belum inkracht (berkekuatan hukum tetap). Kami masih mengajukan tuntutan kasasi ke MA (Mahkamah Agung)," ujar Wasekjen DPP PPP kubu Djan Faridz, Mimin Austiana kepada Surya, ketika dihubungi di Surabaya, Kamis (9/7/2017).

"Kami khawatir, putusan yang dihasilkan dari penjaringan di kubu sana akan rawan gugatan. Sehingga, akan merugikan calon gubernurnya juga," tandas perempuan yang juga menjabat Korwil PPP Jatim ini.

Pihaknya pun meminta proses penjaringan tersebut ditunda hingga putusan kasasi dari MA keluar.

Apalagi, menurut Mimin, proses pendaftaran yang menyaratkan uang mahar sebesar Rp 35 juta juga telah keluar dari kebiasaan partai bernafas religius-Islam ini.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help