Ketua PIH Unair Raih Gelar Doktor Setelah Angkat Penyiaran Publik

Suko Widodo, Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, berhasil meraih gelar Doktor dengan sangat memuaskan setelah meneliti tentang TVRI sebagai LPP.

Ketua PIH Unair Raih Gelar Doktor Setelah Angkat Penyiaran Publik
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Suko Widodo (kelima dari kanan), Ketua Pusat Informasi dan Humas saat menyelesaikan sidang doktornya, Kamis (7/9/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Penyiaran publik menjadi topik yang cukup jarang diangkat akademisi menjadi bahan disertasi. Apalagi jika objek penyiaran publik tersebut mulai ditinggalkan karena kalah bersaing dengan penyiaran swasta maupun media baru.

Namun, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo berhasil menuntaskan disertasinya terkait Kolonisasi Ruang Publik dalam Penyiaran Publik di Indonesia: Studi Kasus Penyiaran Publik Lokal di Jawa Timur (TVRI Jatim & A-TV Batu).

Pria yang dikenal sebagai Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) ini, bahkan disebut-sebut oleh para penyanggah dan penguji dalam ujian doktor terbuka sebagi satu-satunya ahli penyiaran publik di Indonesia yang levelnya doktor.

Hal ini diungkapkan dosen Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali yang turut hadir dalam ujian doktor tersebut.

Menurutnya, Suko, sapaan akrab Suko Widodo, mengambil langkah berbeda dibandingkan banyak orang. Yaitu mengangkat persoalan yang tidak banyak dibahas orang bahkan dilupakan.

"Karena jangan-jangan dia,satu-satunya ahli penyiaran publik yang berlevel doktor," ujarnya.

Sejumlah tokoh juga hadir menjadi penguji dan penyanggah dalam ujian doktor terbuka Suko, seperti Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Rektor I Unair, Prof Djoko Santoso.

Sementara Prof Hotman Siahaan menjadi promotor dan Prof Rachmah Ida selaku ko promotor.

Sebagai ahli penyiaran publik, lanjutnya, jalan yang diambil Suko diibaratkan sebagai jalan sunyi. Tidak banyak uangnya, orang sudah tidak peduli penyiaran publik ditonton atau tidak, serta sedikit yang meneliti.

Padahal, di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, Jepang, Korea Selatan, serta Australia, penyiaran publiknya maju.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved