Surya/

Enam Warga Negara China Diciduk Polisi Saat Pasang Mesin di Taman Hiburan Kenjeran Surabaya

Enam warga negara China ketahuan bekerja di Taman Hiburan Kenjeran Surabaya. Polisi yang mengendus keberadaan mereka tak tinggal diam.

Enam Warga Negara China Diciduk Polisi Saat Pasang Mesin di Taman Hiburan Kenjeran Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Fatkhul Alami
Para WNA asal Cgina yang doamankan Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis (7/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Enam waga negara asing (WNA) asal China diamankan Subdit IV Tipiter (tindak pidana tertentu) Ditreskrimsus Polda Jatim.

Mereka diciduk dari tempat kerja mereka di taman hiburan Kenjeran Surabaya.

Keenam WNA asal China yang semuanya pria diamankan polisi, yakni LZ, SRX, PJ, LRZ, RRC, ZGJ, RRC, dan LZJ.

Mereka ditangkap dan digelandang ke Mapolda Jatim, lantaran hanya pakai visa kunjungan ke Indonesia tapi begitu sampai di Surabaya ternyata bekerja.

Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim menciduk 6 WNA asal China ini pada Selasa (5/9/2017) lalu.

Mereka diamankan saat mengerjakan pemasangan mesin permainan di taman hiburan Kenjeran Surabaya.

Terbongkarnya keberadaan 6 tenaga kerja ilegal asal China di Kenjeran ini, setelah polisi mengumpukan data dan penyelidikan akurat. Akhirnya penangkapan dilakukan oleh polisi yang dipimpin Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq.

"Kami mengamakan enam WNA asal China ketika sedang memasang mesin permainan di taman hiburan Kenjeran," kata Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Widodo melalui Kasubdit IV Tipiter, AKBP Rofiq, Kamis (7/9/2017).

Sebelum ke taman hiburan Kenjeran Surabaya, polisi lebih dulu ke PT Granting Jaya di Jl Sukolilo Kenjeran Surabaya. Di sana, polisi mengecek keberadaan tenaga kerja. Setelah diperoleh data ada enam tenaga kerja asal China yang kerja di taman hiburan Kenjeran, polisi bergerak ke Kenjeran.

"Karena ada enam tenaga kerja asing, kami membewa ke Mapolda guna pemeriksaan. Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing) dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas/Tetap) dan hanya dilengkapi visa kunjungan sementara," terang Rofiq.

Saat ini penyidik keenam tenaga kerja asal China masih menjalani penyidikan di Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Jika mereka terbukti tenaga kerja ilegal, mereka bakal dijerat dengan dugaan pelanggaran pidana Pasal 185 jo pasal 42 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. 

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help