Surya/

Road to Election

Survei Tinggi, Bupati Anas Tetap Pasrah Kepada Kehendak Partai

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, masih enggan merespon hasil-hasil survei yang menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat Pilkada Jatim.

Survei Tinggi, Bupati Anas Tetap Pasrah Kepada Kehendak Partai
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 

SURYA.co.id | SURABAYA – Meski namanya masuk di papan atas hasil dari survei berbagai lembaga sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas masih enggan menanggapi terlalu jauh tentang pencalonannya tersebut. 

”Saat ini, pimpinan partai masih mengkaji. Pada saatnya akan diumumkan keputusannya. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi mari kita tunggu sama-sama,” ujar Anas yang juga politisi PDIP ini saat dihubungi, Rabu (6/9/2017).

Terkait hasil survei yang menempatkan namanya, terutama diunggulkan sebagai calon wakil gubernur, Anas berterima kasih.

Menurut dia, hal itu menunjukkan ada apresiasi publik atas kerja-kerja yang dilakukan bersama-sama warga untuk membangun Banyuwangi.

”Tapi rasanya tidak pas ya kalau saya mengomentari hasil survei, karena yang punya wewenang itu pimpinan partai. Kita tidak boleh mendahului kajian dan keputusan pimpinan partai,” kata dia.

Anas menambahkan, survei adalah pendekatan ilmu pengetahuan pada proses politik.

Sebagai bagian dari masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, hasil survei perlu dilihat sebagai masukan.

”Namun sekali lagi saya sampaikan, meski nama saya ada di survei, saya tidak berkomentar dan melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Saya dalam posisi pasif menunggu arahan pimpinan partai,” ujar bupati berusia 44 tahun ini.

Nama Anas masuk dalam hasil survei oleh berbagai lembaga.

Di antaranya Surabaya Survey Center, The Initiative Institute, Charta Politika, Berpikir Institute, dan Poltracking.

Nama Anas terutama diunggulkan sebagai cawagub karena dinilai cukup mampu memajukan Kabupaten Banyuwangi.

Salah satunya karena ada lonjakan pendapatan per kapita warga dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen.

Kemiskinan berhasil turun drastis menjadi 8,79 persen.

Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa juga berhasil membuka aksesabilitas dengan pengoperasian bandara di mana kini ada enam kali penerbangan per hari ke Banyuwangi dari Jakarta dan Surabaya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help