Surya/

Lifestyle

VIDEO- Tren Rias Pengantin 'Manglingi' ala Dyan Nugra

Di depan ratusan undangan ajang Ultima II di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya beberapa waktu lalu, Dyan Nugra membeberkan cara berdandan manglingi.

Reportase: Wiwit Purwanto

SURYA.co.id | SURABAYA - Make up di hari istimewa ini bagi Make Up Artist (MUA) sekaligus desainer gaun pengantin Dyan Nugra penting. Itu karena momen istimewa itu berbeda dan akan dikenang sepanjang masa.

Di depan ratusan undangan ajang Ultima II yang dihelat di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya beberapa waktu lalu, Dyan Nugra membeberkan cara berdandan manglingi di hari istimewa.

Jika ekspresi tamu terkejut karena kagum atas make up yang dikenakan pengantin, artinya MUA sudah menjalankan tugas dengan baik.

Dyan menunjukkan tren rias pengantin yang manglingi. Manglingi artinya, orang tidak ingat wajah pengantin sebelum dirias karena kagum pada hasil riasan yang dikenakannya.

"Make up ini bisa diterapkan baik untuk gaya modest (muslem), Nusantara, dan internasional," ujarnya.

Yang menarik dalam ajang Ultima II itu, Dyan tetap menunjukkan ciri khasnya, yaitu selalu mengombinasikan unsur nusantara atau traditional dan internasional.

Meski banyak MUA yang menyatakan rias pengantin tradisional dan internasional berbeda pakem, justru Dyan bisa menggabungkannya.

"Supaya wajah pengantin terlihat cantik menawan modern sekaligus manglingi," katanya.

Pada riasan Nusantara, Dyan memilih memberikan contoh riasan ala pengantin Bali. Menurutnya, kekuatan make up pada riasan itu terletak pada area mata yang dibentuk tajam.

Dyan ingin menepis anggapan tentang riasan pengantin tradisional yang harus terlihat medok.
Biasanya pengaplikasian foundation terlalu putih dan blush on terlalu merah. Jika menggunakan shading, hasilnya juga terlalu gelap.

Ia menunjukkan paduan trik rias internasional yang lembut justru mendukung rias tradisional yang biasanya menggunakan warna kuat. Riasan menjadi istimewa karena difokuskan pada yang paling menarik. (wiwit purwanto)

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help