Surya/

Citizen Reporter

Percaya atau Tidak? Di Bawean Kami Memiliki Lagu Hari Raya Qurban yang Mustahil

aneh dan mustahil, begitulah .. kadang lagu tradisional tak mementingkan logika, asal berirama dan riang gembira .. pun lagu muskil dari Bawean ini ..

Percaya atau Tidak? Di Bawean Kami Memiliki Lagu Hari Raya Qurban yang Mustahil
istimewa
ilustrasi 

Reportase Arul Chandrana
Pegiat literasi/Warga Bawean

... gudhur gudhur are rajo, negghuk dhudhul kadulajo  / tabuh bedug hari raya, pegang dodol dua tangan...

(lagu tradisional Bawean saat hari raya)

KALAU diterjemahkan kedengarannya memang agak janggal, kendati memang bukan hanya makna itu yang ingin diraih lagu tradisional tadi.

Lagu hari raya tersebut (menurut hemat saya) lebih menekankan pada liriknya yang berirama dan nadanya yang riang gembira. Kau harus dengar sendiri untuk tahu betapa heboh kami menyanyikan lagu tersebut.

Dari segi makna lirik, lagu tadi menyiratkan beberapa tradisi hari raya (khususnya Idul Adha) di Bawean. Pertama, di Bawean hari raya dimeriahkan dengan seni tabuh bedug, selain takbiran.

Anak-anak bergerombol datang ke masjid. Sebagian menyerbu mikrofon (maklum, karena hal ini hanya terjadi dua kali dalam setahun) untuk mendapatkan kebebasan tak terbatas menggunakan mikrofon masjid. Mereka kelompok pelantun takbiran.

Sebagian yang lain, lari ke teras masjid, menuju tempat di mana bedug besar kulit sapi digantung. Mereka kelompok penabuh bedug.

Tabuhan bedug hari raya berbeda dengan tabuhan bedug salat. Bahkan salat lima waktu pun punya variasi bedugnya tersendiri. Tabuhan bedug hari raya memiliki ritme bertalu-talu dan seakan tak memberi kesempatan untuk melamun. Energi, semangat, kegembiraan dan kemerdekaan semuanya mengalir dalam hantaman demi hantaman yang dilesakkan berirama.

Jangan anggap kegiatan menabuh bedug sebagai hal yang remeh. Sebagaimana mikrofon, bedug termasuk benda sakral yang tak boleh ditabuh sembarang orang. Setahun penuh anak-anak 'diasingkan' dari kegiatan membunyikan bedug. Tapi pada hari raya, khusus hari raya, anak-anak mendapatkan keistimewaan untuk melampiaskan penasaran yang dipendam setahun penuh.

Halaman
12
Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help