Surya/

Berita Bisnis

Penanganan ATM Mandiri Off Akibat Satelit Telkom I Sudah Capai 50 Persen

Proses perbaikan masih berlangsung, dengan mengubah jaringan yang pakai satelit Telkom I ke jaringan yang lain.

Penanganan ATM Mandiri Off Akibat Satelit Telkom I Sudah Capai 50 Persen
surya/sri handi lestari
Ilustrasi, gerai ATM perbankan yang menggunakan satelit Telkom I VSAT. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri yang mengalami masalah terimbas dari satelit Telkom I di wilayah Jawa Timur mencapai 278 unit.

Saat ini sedang proses perbaikan dan hampir 50 persen sudah mulai operasional kembali.

Regional CEO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII /Jawa 3, Agus Haryoto Widodo, mengatakan pihaknya melakukan pergantian dari penggunaan VSAT atau satelit Telkom I ke provider lain atau GSM untuk ATM Mandiri yang off.

"Proses perbaikan masih berlangsung, dengan mengubah jaringan yang pakai satelit Telkom I ke jaringan yang lain. Dari total ATM yang mencapai 2.700 di Jatim, 278 yang terdampak pada Jumat (25/8/2017) lalu," jelas Agus, usai diskusi Bank Mandiri bersama Mandiri Investasi di Surabaya, Selasa (5/9/2017).

ATM Bank Mandiri yang mengalami masalah, terbanyak ada di wilayah kota Surabaya, yang saat hari pertama mengalami kerusakan sebanyak 123 unit.

Kemudian di wilayah Sidoarjo sebanyak 29 unit, dan Gresik, sebanyak 16 unit. Kemudian di daerah-daerah lainnya yang kurang dari 10 unit.

Meski 278 mengalami off, tidak mengurangi transaksi yang melalui ATM Bank Mandiri.

Karena masih ada ATM yang operasional di satu kawasan atau area yang berdekatan dengan ATM yang off.

"Jadi bila ATM Mandiri disini off, yang berdekatan ada ATM Mandiri yang tetap operasional. Karena dalam satu area atau kawasan terdekat sekalipun, tidak pakai satu jaringan. Ada jaringan selain Telkom I yang masih bisa operasional dengan baik. Terutama di kota besar, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik ini," ungkap Agus.

Transaksi melalui ATM di Bank Mandiri, pada satu unit, rata-rata bisa antara 300 hingga 700 transaksi per bulan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help