Surya/

Travel

Musim Kemarau, Tempat Rafting Banyak Diserbu Wisatawan, Ini Penyebabnya

Wisatawan lebih memilih berolahraga rafting saat kemarau. Ini alasan mereka

Musim Kemarau, Tempat Rafting Banyak Diserbu Wisatawan, Ini Penyebabnya
surya/istimewa
Wisata Kaliwatu Rafting di Kota Batu 

SURYA.co.id |BATU - Suasana wisata Kaliwatu Rafting di Kota Batu sejak libur panjang tampak ramai.

Dalam sehari bahkan bisa mencapai 1000 wisatawan. Hal ini dikarenakan wisatawan lebih memilih berolahraga rafting saat kemarau.

Wisatawan lebih memilih berolahraga rafting saat musim kemarau karena volume air yang tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terlalu membahayakan.

Satu pengunjung, Richa Ingrid mengatakan ia pernah berwisata olahraga rafting saat musim hujan.

Dikatakannya lebih menegangkan saat musim hujan karena kedalaman air lebih tinggi.

"Pas musim kemarau kan airnya tidak begitu dalam. Jadi pas rafting lebih aman," kata wisatawan asal Bandung, Senin (4/9/2017).

Ia dan wisatawan lainnya juga merasakan perbedaan ketika rafting saat debit air tinggi.

Sementara itu, Darmawan Putra, Manajer Marketing Kaliwatu Rafting mengatakan debit air dikatakan aman ialah saat menunjukkan angka 2+.

Dan jumlah debit itu bisa ditemui saat musim panas, sehingga juga menjadi tujuan dari pengunjung memilih olahraga rafting di Kota Batu saat musim panas dan kemarau.

Dikatakannya, bulan September hingga Desember ini mulai banyak wisatawan yang melakukan olahraga rafting di aliran sungai Brantas akan dipadati para pecinta olahraga rafting.

Ia mengatakan, di Kaliwatu Rafting yang terdiri dari Sahabat Air, Kampung Rafting dan Fun Rafting dalam satu hari bisa mencapai seribu wisatawan.

"Biasanya di aliran sungai Brantas bisa mencapai debit 4+. Debit ini debit maksimal saat rafting," imbuhnya.

Di lokasi ini, wisatawan bisa menikmati rafting di aliran sungai Brantas dengan jarak tujuh kilometer. Biasanya jarak tersebut bisa ditempuh selama satu hingga dua jam.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help