Surya/

Berita Gresik

Demo Tolak Proyek Alun-alun Gresik Ricuh- Cucu Bupati Pertama: Biarkan Alun-alun untuk Bermain Anak

Massa membakar ban di halaman Kantor Pemkab Gresik kemudian sejumlah petugas Satpol PP dan Polres Gresik mengusir mereka dari halaman Kantor Pemkab.

Demo Tolak Proyek Alun-alun Gresik Ricuh- Cucu Bupati Pertama: Biarkan Alun-alun untuk Bermain Anak
surya/sugiyono
DIUSIR - Petugas mengusir dan menangkap masa forum peduli cagar budaya Gresik yang unjuk rasa menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik, Selasa (5/9/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Unjuk rasa penolakan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik berujung ricuh, Selasa (5/9/2017).

Massa membakar ban di halaman Kantor Pemkab Gresik kemudian sejumlah petugas Satpol PP dan Polres Gresik mengusir mereka dari halaman Kantor Pemkab.

Pengusiran paksa tersebut menimbulkan perlawanan dari ratusan massa sehingga polisi mengamankan beberapa koordinator pengunjung rasa.

Massa nekat membakar ban di halaman Kantor Pemkab Gresik karena kecewa terhadap Bupati dan Ketua DPRD Gresik yang tidak menemui pengunjuk rasa sejak pagi hingga sore hari.

Akhirnya massa saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Koordinator yang dianggap sebagai provokator langsung diseret ke dalam Kantor Pemkab Gresik.

"Teman-teman kami hanya menyampaikan aspirasi ke Bupati, tapi Bupati tidak mau menemui," kata Fahrudin, anggota Forum Peduli Cagar Budaya Gresik.

Mereka yang diamankan yaitu Imam Fajar Rosyidi (23), Muhammad Suriyadi (23) keduanya dari perwakilan PKL.

Lainnya adalah Rizqi Siswanto (22), Ali Sibro Mulisi (22), Andre (23) ketiganya dari PMII dan Abdul Wahab (43) dari LSM MGPK.

Unjuk rasa tersebut menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik karena Alun-alun sebagai kawasan bersejarah yang tidak bisa diubah dengan cara dibangun secara menyeluruh.

"Biarkan Alun-alun Gresik itu sebagai ruang terbuka hijau dan lahan penyerap air sehingga bisa untuk bermain anak-anak dan masyarakat," kata Prof Soesanto, cucu Bupati Pertama Gresik Tumenggung Poesponegoro.

Sedang Kabag Ops Polres Gresik AKP Nur Halim mengatakan pengajuan izin unjuk rasa damai menjadi ricuh ini bisa dikenakan pidana.

"Izinnya unjuk rasa damai, tapi di lapangan terjadi kericuhan. Nanti dari pendataan ini akan dilihat siapa provokatornya. Nanti bisa dijadikan tersangka," kata Nur Halim di hadapan para pengunjuk rasa.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help