Surya/

Sambang Kampung

Warga Kampung Besi Ngagel Guyub karena Terikat Persaudaraan

Dari puluhan pengusaha besi bekas yang ada di Kawasan Ngagel, Surabaya, hanya sedikit yang warga setempat. Tetapi mereka guyub, ini alasannya...

Warga Kampung Besi Ngagel Guyub karena Terikat Persaudaraan
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Pasar besi Ngagel, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kawasan Ngagel,Wonokromo, Surabaya, terkenal dengan banyaknya pengusaha jual beli besi bekas. Usaha ini terbilang menengah keatas melihat keuntungannya yang besar.

Sayangnya, dari puluhan pengusaha besi bekas, hanya ada lima warga setempat. Sisanya, memakai kawasan Ngagel sebagai gudang dan tinggal di area lain.

Kader Kelurahan Ngagel, Rofiah mengungkapkan, wilayah usaha besi bekas ini tersebar dari RT 1 hingga RT 2, RW 5 Kelurahan Ngagel.

Meski didominasi warga luar Ngagel, tetapi rasa guyub sudah timbul di lingkungan ini. Pasalnya, seluruh warga yang bekerja di area ini memiliki kampung halaman sama, Kampung Blega, Sampang.

“Orangnya disini terikat persaudaraan. Tinggal disini atau tidak, di Madura masih satu kampung. Keturunan pedagang besi, yang kerja juga keponakan, adik, pamannya. Masih dalam lingkup family. Kalau pulang kampung, Lebaran, atau ada yang meninggal, ketemu orangnya ya sama itu-itu lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, warga asli di area loak besi bekas ini justru dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga, sebagian pengusaha besi bekas yang sudah besar memberikan zakat mal pada warga tiap tahunnya.

“Karena aktivitasnya disini maka dijaga bersama. Aturannya, kalau besi yang dibawa besar-besar harus pakai alat bantu. Biar debunya nggak mengganggu, nggak ada getaran yang bikin tembok warga retak,” urainya.

Hal ini dibenarkan Wakil RT 2, RW 5, Nur Latifah (42). Menurutnya, sejak dirinya kecil, banyak warga dari Madura yang berjualan besi. Bahkan, yang dulunya kuli sekarang punya usaha dan mengajak warga kampung bekerja di Ngagel.

“Satu desa dari Madura banyak yang pindah ke sini. Dengan warga asli Surabaya juga guyub. Kami sering pengajian bersama atau ikut kegiatan agustusan bersama,” pungkas Nur Latifah. 

(Baca: Kampung Ngagel Surabaya Jujugan Pencari Besi Bekas)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help