Surya/

Pilgub Jatim 2018

PPP Jatim: Para Kiai Tak Sebut Nama Lain kecuali Gus Ipul

Sejatinya, tak hanya Gus Ipul, masih ada bacagub lain juga berlatarbelakang Nahdlatul Ulama (NU) yang disebut akan ikut berkompetisi pada pilkada.

PPP Jatim: Para Kiai Tak Sebut Nama Lain kecuali Gus Ipul
surya/sugiharto
Gus Ipul (baju putih) mendaftar Bacagub di DPW PPP Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim menyebut bahwa kiai tak menyinggung nama lain kecuali Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada pembahasan pilkada pekan lalu, Selasa (29/8/2017).

"Tak ada nama lain. Hanya Gus Ipul saja yang dibahas," tegas Musyaffa' kepada Surya.co.id, Senin (4/9/2017).

Pada pertemuan yang berlangsung di Kantor PWNU Jatim ini, sejumlah kiai hadir.

Beberapa di antaranya, Rais PWNU Jatim KH Anwar Mansur, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alallah, KH Idris Hamid (Pasuruan), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Zainudin Jazuli (Ploso, Kediri), KH Nurudin A Rahman (Bangkalan), Gus Kikin (Tebuireng Jombang).

Sejatinya, tak hanya Gus Ipul, masih ada bacagub lain yang juga berlatarbelakang Nahdlatul Ulama (NU) yang disebut akan ikut berkompetisi pada pilkada yang rencananya akan berlangsun 27 Juni 2018 mendatang ini.

Yakni, Ketua Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa.

"Tak ada nama beliau dalam pembahasan ini," ujar Musyaffa' ketika disinggung soal nama Khofifah.

Musyaffa' juga menambahkan, bahwa peluang untuk mengusung figur lain di luar nama kandidat yang telah mendaftar di partainya, dinilainya cukup kecil.

Untuk diketahui, pada masa penjaringan ini, baru nama Gus Ipul dan Kombes (Pol) Syafiin, yang mendaftar sebagai calon gubernur.

"Selain rekomendasi dari kiai, nama Gus Ipul juga merupakan cagub yang kami nilai paling serius. Sebab, beliau dengan begitu intens melakukan komunikasi dengan kami," lanjut Ketua Fraksi PPP di DPRD Jatim ini.

Tanpa adanya komunikasi, Musyaffa' menyebut kecil kemungkinan mengusung calon tersebut.

"Kalau meneng-menengan (diam-diaman) saja, bagaimana kami bisa menilai keseriusan beliaunya," tandas Musyaffa'.

"Kami bisa saja serius ingin mengusung mereka. Namun mereka justru yang tidak serius. Masa kebalik?" lanjutnya.

Oleh karena itu, Musyaffa' menegaskan bahwa tahap pendaftaran merupakan salah satu bahan rekomendasi pihaknya kepada DPP.

"Ada beberapa bahan pertimbangan yang nantinya kami laporkan kepada DPP. Yakni, hasil survei untuk melihat potensi elektabilitas dan popularitas calon, hasil Rapimwil, masukan dari tokoh kiai, serta komunikasi kami dengan calon," tegas Musyaffa'.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help