Surya/

Lapor Cak

PGN: Ada Perbaikan Sistem Jaringan di Ngagel Rejo Kidul

"Ada miss communication sehingga lupa memberi tahu ke masyarakat bahwa akan ada penghentian sementara aliran gas," kata Irfan.

PGN: Ada Perbaikan Sistem Jaringan di Ngagel Rejo Kidul
surya/sri handi lestari
Petugas dari PJH melakukan pemeriksaan jaringan gas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku operator layanan aliran gas ke rumah tangga mengakui ada masalah sehingga aliran gas mati.

Ada perbaikan sistem aliran gas di Lingkungan Ngagel Rejo Kidul Surabaya.

Stakeholder Management Representatives PGN di Surabaya, Irfan, menjelaskan saat ini tengah dikembangkan proyek jaringan gas rumah tangga (Jargas) dari Kementerian ESDM.

Di Surabaya ada 24.000 rumah yang masuk jargas ini. Namun saat ini belum ada pemisah meteran antara Jargas dengan rumah tangga lama.

Jargas adalah langsung dari Kementerian dengan pelaksana proyek bukan dari PGN.

Sedangkan aliran rumah tangga lama adalah proyek langsung dari PGN.

"Aliran gas mati karena sedang diupayakan memisah meteran Jargas degan rumah tangga lama," jelas Irfan.

Selama ini meski keduanya berjalan, namun meteran mereka jadi satu. Belum ada pembeda jenis aliran gas keduanya. Dampak dari upaya memisah meteran itu menghentikan aliran gas.

Rencana awal memang akan dihentikan sementera aliran gas karena pengerjaan sistem meteran gas itu. Telah dialokasikan durasi waktu perbaikan.

"Rencana semula gas dimatikan mulai pukul 21.00 hingga 03.00," urai Irfan.

Namun, rencana itu melebihi dari durasi yang dijadwalkan. Gas mati hingga di atas pukul 08.00. Akibatnya, rumah tangga banyak yang kerepotan saat menyiapkan sarapan.

"Diakui memang seharusnya kami memberitahukan ke masyarakat dulu atas rencana perbaikan siatem. Ada miss communication sehingga lupa memberi tahu ke masyarakat bahwa akan ada penghentian sementara aliran gas," kata Irfan.

Saat ini, di luar Jargas sudah ada sekitar 7.000 rumah tangga di Surabaya yang teraliri gas. Setiap kelurahan ada semacam pusat aliran gasnya.

Menurut Irfan, aliran gas ke rumah-rumah tangga relatif lebih murah. Saat ini berlaku tarif Rp 3.000/m3. Sebulan rumah tangga biasa menghabiskan paling 15 m3.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help