Surya/

Citizen Reporter

Menyimak Masterpiece Santri Putri Gontor Ngawi

Gontor bukan hanya mengajarkan agama, tapi juga mengasah kreativitas santri agar kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.. ini buktinya ...

Menyimak Masterpiece Santri Putri Gontor Ngawi
erfin walida rahmania/citizen reporter
panggung gembira santri Gontor Putri Ngawi 

Reportase Erfin Walida Rahmania
Alumnus Gontor Putri 3/2010

 

PANGGUNG megah berlatar lukisan istana tiga dimensi dilengkapi puluhan lampu bagai magnet bagi ribuan orang yang  datang dari penjuru Nusantara. Itulah panggung gembira yang digagas santriwati akhir KMI Gontor Putri 3, Sabtu (19/8/2017) di halaman auditorium Gontor Putri kampus 3, Karangbanyu, Widodaren, Ngawi.

Dihelat rutin setahun sekali untuk mengasah kreativitas seni musik dan olah vokal, teater, tari, sampai seni bela diri. Mahakarya tersebut digelar dengan persiapan matang, bahkan sudah dirancang sejak sebelum Ramadan.

Mereka mendesain sendiri latar panggung seluas 90 meter persegi itu, penataan panggung dan taman, juga kostum seluruh pemain. Melatih koor, tari, musik, puisi, nasyid, rebana, pantomim, dan teater berbahasa Inggris, bahkan mencari dana secara mandiri.

Sungguh tak mudah dikerjakan siswa seusia mereka. Namun, santriwati Gontor Putri 3 membuktikannya bila mereka bisa.

Sorakan dan teriakan tak henti-henti diberikan penonton, menandakan betapa meriahnya acara yang dimulai pukul 20.00 WIB dan diakhiri selepas tengah malam.

Inspiring generation, dilabelkan untuk santriwati tingkat akhir ini, menawarkan tema The Great Inspirator dalam Panggung Gembira. Dengan visi menyatukan persepsi, berpadu dalam kreasi seni, inovasi, quran, dan tarbawi, berlandaskan filsafat gontori demi terwujudnya generasi yang menginspirasi.

“Gontor bukan hanya mengajarkan agama, tapi juga mengasah kreativitas santri agar kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ungkap Suwarno, pengasuh Gontor Putri 3, dalam sambutan malam itu.

Tak heran jika melihat kesuksesan para alumni Gontor yang kini berkiprah di kancah nasional maupun internasional. Mereka, juga belajar tentang ketaatan, keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian sejak dini. Suwarno menambahkan, Panggung Gembira bukan sekadar hiburan, tapi juga ajang pendidikan bagi santri, guru, dan wali murid.

Begitu acara dimulai, tak satu pun penonton beranjak dari tempat duduknya. “Merinding saya mendengar koor dan puisinya,” kata Hanif Muallifah, penonton Panggung Gembira.

“Baru kali ini saya melihat masterpiece yang ditangani anak-anak seusia mereka. Benar-benar nggak nyangka,” lanjutnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help