Surya/

Sambang Kampung

Kampung Ngagel Surabaya Jujugan Pencari Besi Bekas

Pasar loak di Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, adalah jujugan bagi orang-orang yang membutuhkan besi berbagai bentuk.

Kampung Ngagel Surabaya Jujugan Pencari Besi Bekas
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
aktivitas di Pasar besi Ngagel, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan pasar loak di Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, bukan sembarang pasar, tetapi pasar loak yang menjual belikan besi bekas. Bahkan, ada beberapa pengusaha besi yang menyediakan lempengan besi untuk industri.

Pemandangan lempengan dan gulungan besi terlihat jelas, jika melalui aliran sungai di kawasan Ngagel menuju Darmo.

Kawasan RT 1 dan RT 2, RW 5 ini memang telah lama, atau sejak 1980-an menjadi jujugan para pencari besi. Beragam jenis besi bekas bisa ditemukan di sini.

Salah satu pengusaha turun temurun yaitu Mohammad Yasin. Tempat loak besi yang dikelola orangtuanya, merupakan usaha sejak 1980-an. Orang tuanya merintis usaha ini, mulai dari kuli besi di kawasan itu.

Kini, anak ketujuh dari 8 bersaudara itu mengelola tempat lempengan besi yang dikenal banyak industri. Bahkan, usaha yang masih diawasi bapaknya ini, memiliki alat bantu berupa forklift.

“Penjual lempengan kadang datang ke kami, yang beli biasanya sudah bawa ukuran dan model lempengan yang diinginkan. Jadi, kami tinggal membantu pemotongannya,” ungkap Yasin, Senin (4/9).

Setiap hari, setidaknya ada dua hingga tiga konsumen yang membeli lempengan besi. Lempengan itubervariasi, mulai ketebalan 1 hingga 8 sentimeter (cm). Semuanya dijual Rp 9.000 perkilogram.

Harga ini, menurutnya, sudah paling mahal tahun ini. Sebab ia pernah merasakan 1 kg besi hanya Rp 6.000.

“Sebenarnya saya tinggal di Kertajaya, tetapi gudangnya sudah lama disini. Banyak pelanggan yang sudah tahu tempat ini. Ya kami bertahan, sewa lahan ke Pemkot tiap 5 tahun sekali,” ujarnya.

Asas Kepercayaan

Karena tidak tinggal di Ngagel, pemotongan besi miliknya dibuka dari pukul 10.00 hingga 16.00. Selebihnya gudang tutup, dan dua pegawainya tinggal di kamar yang sudah disediakan.

“Pegawai kami dari kawasan sini. Mereka biasanya bergantian bekerja dari satu gudang ke gudang lain. Kami asas kepercayaan saja, soalnya bagaimana lagi cara mengamankan besi yang berat,” kata Yasin.

Pelanggan plat besi, Riky Donna mengaku, telah lama perusahaannya berlangganan plat besi di kawasan Ngagel. Meski berada di Gresik, perusahaannya kerap memesan berbagai kebutuhan proyek dari area ini.

“Biasanya kami pesan bagian-bagian yang kami butuhkan, diameter berapa, ketebalan berapa. Bisa kami ambil dalam sehari atau lusa,” papar pria, yang saat itu memesan empat plat besi berdiameter 40 sentimeter ini. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help