Pemkot Surabaya

Mulai Besok, Parkir Balai Kota Tak Ada Bayar Tunai- Pemkot Siapkan Uang Elektronik di Parkir Meter

Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Surabaya Tranggono mengatakan hal ini untuk mendorong masyarakat terbiasa menggunakan uang elektronik.

Mulai Besok, Parkir Balai Kota Tak Ada Bayar Tunai- Pemkot Siapkan Uang Elektronik di Parkir Meter
surya/nuraini faiq
Upacara bendera berlangsung di Balai Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Mulai besok, Senin (4/9/2017), warga Surabaya yang ingin parkir di kendaraan di Balai Kota dan Jalan Jimerto harus membawa uang elektronik.

Jika tidak membawa elektronik dan tidak membawa uang elektronik, maka tidak boleh parkir.

Jika biasanya ada juru parkir (jukir) yang membantu untuk 'tap' uang elektronik, maka mulai besok, hal tersebut juga tidak bisa dilakukan.

Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Surabaya Tranggono mengatakan hal ini untuk mendorong masyarakat agar segera terbiasa menggunakan uang elektronik.

"Mulai besok Senin (4/9/2017) jukir sudah kita larang untuk membantu lagi. Semua sudah harus menggunakan uang elektronik," ucap Tranggono, Minggu (3/9/2017) malam.

Sehingga besok yang bertugas untuk tap atau melakukan pembayaran retribusi parkir langsung oleh warga yang parkir. Bukan lagi oleh jukir.

Ia menyebutkan, besok petugas Dishub akan membantu masyarakat untuk mendapatkan uang elektronik. Namun di spot tertentu saja.

"Bagi yang tidak membawa uang elektronik kami siapkan uang elektronik di alat parkirmeter no 1 untuk roda empat dan di alat parkirmeter no 10 untuk roda dua," imbuh Tranggono.

Dua layanan penyediaan uang elektronik tersebut hanya dilakukan seminggu ke depan. Setelah itu tidak akan ada lagi petugas yang standby membantu memberikan uang elektronik.

"Pembatasan ini tujuannya agar mereka segera mendapatkan uang elektronik. Dan semua transaksi sudah tidak melalui jukir lagi, melainkan langsung pengguna parkir dengan mesin," katanya.

Selain itu, penggunaan uang elektronik juga untuk menekan kebocoran parkir yang masih terjadi di jukir. Dengan partisipasi langsung dari masyarakat untuk menghilangkan kebocoran parkir maka diharapkan targer retribusi parkir bebas kebocoran bisa segera tercapai.

Saat ini, dikatakan Tranggono, Pemkot juga sudah kerjasama dengan lima bank yang bisa digunakan untuk tap pembayaran uang elektronik. Yaitu BNI, BRI, Mandiri, Bank Jatim, dan BCA.

"Saat ini sudah ada sebanyak sepuluh alat parkirmeter yang terpasang di sepanjang Jalan Sedap Malam dan Jalan Jimerto," kata Tranggono.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help