Surya/

Travel

Nikmati Matahari Terbit di Gunung Budheg Tulungagung, Serasa Berada di Hamparan Awan

Dengan waktu tempuh satu jam, puncak Gunung Budheg sering dijadikan tempat melihat matahari terbit.

Nikmati Matahari Terbit di Gunung Budheg Tulungagung, Serasa Berada di Hamparan Awan
surya/david yohannes
Agus Utomo (40), ketua Pokdarwis Gunung Budheg berdiri di batu papan nama, Sumbangan dari Pemprov Jatim. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Tahun 2000 dan sebelumnya, Gunung Budheg di Dusun Kendit, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat dikenal gunung yang gundul dan gersang.

Bahkan gunung ini menjadi sumber bencana bagi petani, yang sawahnya berada di sisi barat gunung ini.

Setiap kali musim hujan, air mengalir deras ke area persawahan.

Lantaran pepohonan penahan air yang minim, banyak material langsung masuk ke sawah. Tanaman padi milik warga akhirnya gagal panen.

Melihat kondisi tersebut, Agus Utomo (40) trenyuh dan berupaya mengubah keadaan.

Tahun 2003, tenaga medis di RS Bhayangkara Tulungagung ini mulai giat menanam pepohonan di Gunung Budheg.

Dengan giat tanpa mengenal lelah, upaya ini dilakukan sampai 2010.

“Pokoknya mikirnya terus menanam pohon, tidak tahu nantinya jadi apa,” ucap Agus.

Saat itu belum ada konversi minyak tanah ke gas. Warga di sekitar Gunung Budheg banyak yang memasak menggunakan kayu bakar.

Mereka kerap memotong pohon yang ditanam Agus. Namun perlahan Agus melakukan pendekatan.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help