Surya/

Berita Surabaya

120 Guru SD-SMP Berpeluang Raih Beasiswa S2

Tahun ini 120 guru SD dan SMP mendapat peluang beasiswa studi lanjut program S2

120 Guru SD-SMP Berpeluang Raih Beasiswa S2
surya/sulvi sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Pendidikan lanjutan bagi guru merupakan bentuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Sayangnya biaya pendidikan yang tinggi untuk jenjang magister (S2) sering menjadi kendala bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan. Untuk itu, tahun ini 120 guru SD dan SMP mendapat peluang beasiswa studi lanjut program S2 . Rinciannya, 40 untuk guru SD dan 80 guru SMP.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ikhsan mengatakan, pendidikan S2 ditempuh guru di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dengan peningkatan kompetensi ini, guru-guru tersebut diharapkan memiliki kinerja yang lebih baik serta penguasaan ilmu bertambah.

"Harusnya dengan penambahan pendidikan ini nanti guru bisa menangani anak jadi lebih baik dan prestasi sekolah meningkat," ungkapnya dikonfirmasi SURYA.co.id, Sabtu (2/9/2017)

Dia menjelaskan, semua guru negeri yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar. Pendaftaran dilakukan secara online. Selanjutnya, tahapan seleksi dilakukan sepenuhnya oleh pihak Unesa. "Semuanya dilakukan terbuka dan jadwal tes sudah diatur Unesa," terang mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini.

Ikhsan menerangkan, beasiswa ini terbagi beberapa program studi (Prodi). Untuk jenjang SD beasiswa Prodi S2 Pendidikan Dasar. Yang berhak mendaftar, antara lain memiliki ijasah S1 jurusan PGSD, psikologi, pendidikan matematika, pendidikan bahasa Indonesia, pendidikan IPA (kimia, pendidikan fisika, dan biologi), pendidikan PKn, serta S1 pendidikan IPS (pendidikan sejarah, pendidikan geografi, dan ekonomi).

Sedangkan untuk jenjang SMP, lanjut Ikhsan, lebih kepada guru mata pelajaran (mapel). Prodi yang bisa ditempuh, seperti S2 pendidikan matematika, S2 pendidikan sains, S2 pendidikan bahasa Indonesia, dan S2 pendidikan bahasa Inggris. "Guru yang mendaftar beasiswa S2 harus linier dengan ijasah S1," ujar Ikhsan.

Selain persyaratan ijasah S1 yang linier, beberapa persyaratan lain harus dipatuhi. Ikhsan mengungkapkan, guru tersebut berstatus PNS yang telah memiliki masa kerja paling sedikit 1 tahun sejak diangkat menjadi PNS. Kemudian, batas usia maksimal 37 tahun per tanggal 1 Juli 2017.

Guru yang mendaftar S2 di Dindik Surabaya juga tidak boleh sedang menerima beasiswa serupa dari instansi manapun, baik pemerintah maupun swasta. Mereka akan dimintai kesanggupan untuk menyelesaikan studi S2 selama 2 tahun atau empat semester. "Kami hanya menanggung sampai 4 semester. Kalau lebih dari itu, semester selanjutnya ditanggung guru sendiri," ujar Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, program beasiswa S1 di Surabaya telah selesai. Untuk itu pihaknya menambah jumlah guru S2. "180 guru yang lolos seleksi beasiswa S2 bisa mulai menempuh pendidikan pada tahun ini. Dengan banyaknya guru lulusan S2, diharapkan pendidikan Kota Surabaya jadi lebih baik," pungkasnya.

Rachman Kepala SMPN 19 mengungkapkan guru dengan kulifikasi S2 merupakan nilai tambah. Sebab,mulai dari performa mengajar hingga pola pikir lebih berkembang. Sayangnya di sekolahnya rata-rata guru PNS berusia di kisaran 50 tahun, sehingga tidak bis amemperoleh beasiswa S2 yang diberikan pemkot Surabaya.

“Guru PNS yang usai muda banyak, tetapi bukan disekolah saya. Kalau ada yang memenuhi syarat pasti guru-guru antusias. Karena kalau sekolah mandiri juga butuh biaya yang banyak,” urainya.

Dikatakannya, saat ni disekolahnya ada 8 guru PNS yang sudah menyelesaikan S2. Meskipun demikian menurutnya PNS yang masih S1 juga memiliki pengalaman dan kompetensi yang baik karena telah bekerja puluhan tahun

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help