Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pameran Pertanian di Jember- Benih Jagung DEKALB DK771 Diklaim Tahan Penyakit Bulai

Untuk ketahanan terhadap penyakit, dari sekitar 1 hektar lahan yang dikelolanya, hanya sekitar 0,2 persen yang terserang tanaman Bulai.

Pameran Pertanian di Jember- Benih Jagung DEKALB DK771 Diklaim Tahan Penyakit Bulai
foto: istimewa
Corporate Engagement Lead Herry Kristanto (baju putih) manager PT Karisma Indoagro Universal dan Boomo Teguh Samsono sedang melihat salah satu jagung menggunakan benih jagung DEKALB DK771 di Jember. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petani di wilayah Kabupaten Jember mendorong penggunaan benih jagung berkualitas, tahan terhadap penyakit untuk menghindari kerugian akibat gagal panen.

Darmanto, petani jagung asal Desa Andongsari Kecamatan Ambulu, Jember mengatakan saat ini penyakit tanaman, khususnya Bulai masih menjadi momok bagi para petani jagung di Kabupaten Jember.

“Di beberapa daerah termasuk daerah saya penyakit Bulai masih menjadi ancaman yang serius, karenanya benih yang tahan terhadap penyakit tersebut menjadi pilihan mutlak bagi petani. Dengan benih yang tahan penyakit, maka kerugian akibat gagal panen bisa dihindari,” jelas petani 67 tahun ini, Jumat (1/9/2017).

Saat ini, Darmanto menggunakan benih jagung DEKALB DK771 yang mempunyai keunggulan tahan terhadap bulai serta mempunyai hasil yang baik.

Ia mengaku untuk setiap 1/4 hektar lahan bisa menghasilkan 2,7 ton jagung pipilan kering atau dengan kata lain tingkat produktivitasnya mencapai 10,88 ton per hektar.

Untuk ketahanan terhadap penyakit, dari sekitar 1 hektar lahan yang dikelolanya, hanya sekitar 0,2 persen yang terserang tanaman Bulai. Serangan bulai ini jauh lebih sedikit dibandingkan petani lain yang tidak menggunakan benih tersebut.

“Petani lain bisa terserang bulainya hingga 25 persen dari total lahan atau lebih. Karenanya kami selalu mengajak petani lain untuk mengunakan benih berkualitas yang tahan terhadap penyakit,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Nasirin, petani jagung asal Desa Langon Ambulu, Kecamatan Ambulu, Jember.

Pria yang sudah 20 tahun menjadi petani jagung ini mengatakan penyakit bulai memang masih menjadi musuh utama petani di daerahnya.

“Memang benih jagung yang berkualitas menjadi kunci, apakah tanaman petani bisa bertahan atau tidak. Karena banyak dari rekan saya sesama petani yang akhirnya harus merugi karena tanamannya terserang bulai,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help