Terminal Purabaya

Libur Idul Adha- Petugas Kerahkan 13 Bus Pariwisata di Purabaya

"Biasanya situasi normal setelah pukul. 03.00 kalau sudah seperti ini," kata petugas Dishub di Purabaya, Kamis malam (31/8/2017).

Libur Idul Adha- Petugas Kerahkan 13 Bus Pariwisata di Purabaya
surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Ribuan penumpang menanti kedatangan bus yang akan mengangkut mereka ke tujuan masing-masing, Kamis (31/8/2017). Malam ini, jumlah penumpang di terminal itu mengalami lonjakan drastis mengingat esok adalah libur panjang Idul Adha yang bersamaan dengan libur akhir pekan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga pukul 21.30 ini, ribuan penumpang masih menumpuk dan tertahan di Terminal Purabaya. Seluruh petugas Purabaya dikerahkan untuk mengantisipasi suasana.

Begitu juga polisi terlihat di antara ribuan penumpang tersebut. Berkali-kali melalui pengeras suara, penumpang diminta hati-hati dengan barang bawaan.

Semakin malam, gelombang kedatangan penumpang makin banyak.

"Biasanya situasi normal setelah pukul. 03.00 kalau sudah seperti ini," kata petugas Dishub di Purabaya, Kamis malam (31/8/2017).

Kepala Sub Unit Terminal Purabaya, Hardjo, saat dikonfirmasi menuturkan pihaknya telah merekam kedatangan penumpang di Purabaya. "Hampir mirip saat H-2 Lebaran kemarin," kata dia.

Petugas mencatat gelombang penumpang memadati Purabaya pukul 14.00-18.00 sebanyak 23.959 penumpang. Kemudian pukul 18.00-20.00 sebanyak 17.667 penumpang.

Artinya sudah 50.000 lebih penumpang. Jumlah ini belum termasuk yang memadati terminal di atas pukul 20.00. Petugas Dishub terus turun ke lokasi mengatur arus bus dan penumpang.

Karena terus menumpuk, bus Pariwisata saat ini dikerahkan. Bus-bus ini masuk ke Terminal untuk didistribusikan mengangkut penumpang ke berbagai jurusan. Belum diketahui persis jumlah bus pariwisata ini.

Petugas Dishub menyebutkan hingga malam ini sudah 13 bus Pariwisata dikerahkan ke Purabaya.

"Mereka dikerahkan untuk mengangkut penumpang ke berbagai jurusan. Sebab sekali tiba, bus reguler sudah penuh," pungkas Hardjo.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help