Surya/

Berita Perbankan

Pertumbuhan Laba BNI Semester 1 Tahun ini Mencapai 46,7 Persen

Angka ini hampir setara dengan dua kali lipat dari pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei tahun 2017 sebesar 8,7 persen.

Pertumbuhan Laba BNI Semester 1 Tahun ini Mencapai 46,7 Persen
surya/sugiharto
Dari kiri: Head of Performance & Channeling Region, Gunaningrum wibisono, AVP Investor Relations, Shinta Kristanti, dan Head of Network & Services BNI Kanwil Surabaya Suryo Utomo berbincang sambil menunjukkan grafik kinerja Bank BNI di Kantor Bursa Efek Indonesia Cabang Surabaya, Rabu (30/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sampai dengan akhir semester pertama tahun 2017 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) berhasil mencatat laba bersih Rp 6,41 triliun atau tumbuh sebesar 46,7 persen dibanding laba pada posisi yang sama tahun 2016 yang tercatat Rp 4,37 triliun.

AVP Investor Relations BNI Shinta Kristanti saat public expose di kantor Pusat Informasi Go Public Bursa Efek Indonesia (BEI) di Surabaya menyebutkan, pertumbuhan kredit BNI sampai akhir paruh pertama tahun 2017 tercatat 15,4 persen atau mencapai Rp 412,18 triliun.

Angka ini hampir setara dengan dua kali lipat dari pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei tahun 2017 sebesar 8,7 persen.

"Sebesar Rp 296,1 triliun atau 71,8 persen dari total kredit, disalurkan ke Segmen Bisnis Banking, sedangkan sebesar Rp 67,1 triliun atau 16,3 persen ke segmen Konsumer Banking," kata Shinta Kristanti, Rabu (30/8/2017).

Sisanya sebesar 11,9 persen disalurkan melalui kantor-kantor cabang luar negeri dan perusahaan anak.

Direktur Keuangan & Resiko Kredit BNI Rico Budidarmo menambahkan bahwa tumbuhnya kredit yang disalurkan BNI terutama ditopang oleh realisasi pembiayaan ke sektor Business Banking pada semua segmen, dari debitur usaha korporasi dan badan-badan usaha milik negara (BUMN), debitur usaha menengah, hingga debitur usaha kecil.

Penyaluran kredit ke debitur usaha korporasi dan BUMN melaju cepat seiring dengan menggeliatnya proyek-proyek infrastruktur dan pertanian.

“Kredit yang tersalurkan pada proyek infrastruktur terfokus pada proyek jalan tol khususnya di Pulau Jawa yang dilaksanakan oleh BUMN. Adapun kredit yang tersalur ke sektor pertanian terfokus pada pengembangan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki jaringan bisnis internasional," jelas Rico.

Sampai akhir Semester I tahun 2017 Total Aset BNI mencapai angka Rp 631,74 triliun atau tumbuh Rp 92,6 triliun (17,2 persen) di atas total aset pada akhir periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp 539,14 triliun. Pertumbuhan Aset BNI terutama ditopang antara lain oleh pertumbuhan DPK dan Simpanan dari Bank lain.

DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp 463,86 triliun hingga akhir Semester 1 tahun 2017 atau naik 18,5 persen.

Porsi dana murah (CASA) mencapai 60,9 persen dari total DPK pada akhir Juni tahun 2017 dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar 60,4 persen dari total DPK.

Peningkatan CASA ini dikontribusikan oleh pertumbuhan Giro yang berhasil tumbuh sebesar 26,7 persen yoy dan Tabungan yang naik 14,5 persen yoy.

Dengan pertumbuhan dana sebesar 18,5 persen, BNI berhasil menurunkan biaya dana ke level 3,0 persen dari 3,1 persen pada Juni tahun 2016, terutama didukung oleh turunnya rata-rata suku bunga
Deposito Berjangka yang menjadi 5,5 persen di Juni tahun 2017 dibandingkan dengan Juni tahun 2016 sebesar 6,0 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help