Surya/

Berita Gresik

Kades Ditahan, Ratusan Warga Demo Kejari Gresik, Mereka Kecewa lantaran Kajari Bersikap seperti ini

Perwakilan pengurus AKD Kabupaten Gresik kemudian ditemui Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika dan Kasi Pidana Umum Reza Prasetyo Handono.

Kades Ditahan, Ratusan Warga Demo Kejari Gresik, Mereka Kecewa lantaran Kajari Bersikap seperti ini
surya/sugiyono
Warga membentangkan berbagai tulisan di Kejari Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga beserta pengurus asosiasi kepala desa (AKD) Kabupaten Gresik menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik meminta penangguhan tersangka yang melibatkan Feriantono kepala desa (Kades) Prambangan Kecamatan Kebomas.

Warga berkumpul di sekitar Kantor Kejari Gresik langsung membentangkan poster bertuliskan 'Tegakkan Keadilan, Stop Kebohongan !!! dan Save Petani H Suliono.

Perwakilan pengurus AKD Kabupaten Gresik kemudian  ditemui Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika dan Kasi Pidana Umum Reza Prasetyo Handono.

Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil. Padahal sebelumnya pengurus AKD telah menghadap Kejari Gresik untuk mengeluarkan Feriantono Kades Prambangan dengan jaminan pengurus AKD dan Suliono warga Prambangan.

"Kita menyesalkan sikap Kejari Gresik yang langsung menahan Kades teman kami. Padahal hanya kasus surat menyurat yang bisa diselesaikan secara perdata di pengadilan tata usaha negara (PTUN)," kata Nurul Yatim, Ketua AKD Kabupaten Gresik sekaligus Kades Baron, Kecamatan Dukun, Rabu (30/8/2017).

Atas sanksi hukuman sementara itu, para kades mengaku resah sebab kasus penahanan tersebut bisa membuat kades-kades lainnya trauma

"Jelas tindakan ini sangat meresahkan kita. Jangan sampai nanti ada pengusaha yang seenaknya membeli tanah kemudian memperkarakan lagi. Padahal kades hanya membuat surat menyurat," imbuhnya.

Setelah mengetahui kasus tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gresik, warga dan AKD akan menggeruduk kantor PN Gresik.

"Besok kita akan ke Kantor PN Gresik untuk meminta penangguhan penahanan teman kami. Biarkan teman kami kembali melayani masyarakat," katanya.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika mengatakan bahwa perwakilan kepala desa telah menghadap untuk meminta penangguhan namun berkas sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Gresik.

"Kemarin perwakilan kepala desa meminta penangguhan penahanan. Tapi untuk jalan tengahnya proses persidangan kita percepat. Bisa saja meminta penangguhan di Pengadilan Negeri," kata Pandoe yang baru dua bulan bertugas di Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help