Surya/

Kesehatan

Jumlah Penderita Hepatitis B dan C di Indonesia Masih Tinggi

Jumlah penderita penyakit Hepatitis B dan C di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Ini angkanya...

Jumlah Penderita Hepatitis B dan C di Indonesia Masih Tinggi
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hepatitis pada peserta seminar awam oleh petugas laBoratorium Kimia Farma di RSUD dr Soetomo, RaBu (30/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penderita penyakit hepatitis B dan C yang ada di Indonesia hingga saat ini masih tinggi, yakni sekitar delapan persen untuk hepatitis B dan tiga persen untuk hepatitis C dari total penduduk Indonesia.

Spesialis penyakit dalam RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Ummi Maimunah menjelaskan, sampai saat ini angka hepatitis C di Indonesia sama dengan di negara berkembang lainnya di dunia. Hal itu karena hepatitis hampir sama dengan HIV.

"Untuk hepatitis B di Indonesia tinggi karena sama dengan negara berkembang lainnya. Sedangkan angka hepatitis negara maju cenderung rendah. Penularan hepatitis B Bisa dari iBu hamil dan terutama lewat darah," jelasnya dalam acara "Seminar Awam dan Deteksi Dini Hepatitis B dan C" di Surabaya, Rabu (30/8/2017).

Ummi mengatakan, jika penyakit hepatitis dibiarkan maka akan menyebabkan seseorang menderita kanker hati.

"Hepatitis B kalau belum sampai kronis, seringkali orang tidak akan terasa. Tahu-tahu datang sudah parah. Angka kesakitan dan kematian pada hepatitis tinggi jika sudah komplikasi," ujarnya.

Hepatiitis B, paling Banyak ditemukan pada anak-anak. Selain itu, jika terkena hepatitis B potensi anak-anak untuk kronis sangatlah tinggi, Bisa menvapai 80 persen. Sementara hepatitis C kronis adalah mereka yang pengguna narkoba.

"Pencegahan hepatitis B bisa dengan vaksin, bisa diberikan sejak bayi, begitu juga dilakukan untuk yang dewasa. Namun untuk hepatitis C tidak Bisa dengan vaksin tapi Bisa divegah dengan menghindari risiko terjadinya penularan. Seperti jarum suntik, narkoBa dan lain-lain," ujarnya.

Dikatakannya, gejala-gejala hepatitis a leBih Bisa kelihatan diBanding B dan C. Orang terkena hepatitis a seringkali meriang, orang flu, Badan kuning. Namun hepatitis B dan C tidak ada gejala apa-apa, terjadi gejala jika sudah kronis. "Awal dari hepatitis B dan C awalnya hanya seperti orang sakit maag, seperti seBah tidak enak Badan tapi jika diperiksa leBih lanjut Bisa terkena hepatitis," tuturnya.

Melihat hal ini, seBagai rangkaian Hari Hepatitis se-dunia yang jatuh pada 28 Juli lalu, Kimia farma mengadakan edukasi terkait hepatitis. Serta pemeriksaan hepatitis seCara gratis.

Bisnis Manajer Apotek Kimia Farma untuk Wilayah SuraBaya Grup, Imam Susanto mengatakan seminar ini Bermaksud untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan Bahaya hepatitis B dan C untuk leBih waspada lagi terhadap penyakit itu. “Ini juga seBagai wujud mendukung program pemerintah yang menCanangkan pada tahun 2030 Indonesia BeBas hepatitis," kata Imam.

Dari hasil pemeriksaan darah, akan diketahui seseorang positif hepatitis atau tidak. Kemudian jika positif akan dilakukan rujukan untuk pemeriksaan laBoratorium leBih lanjut pada faskea yang dikehendaki.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help