Surya/

Sambang Kampung

Berantas Demam Berdarah ala RW 13 Putat Jaya- Tanaman ini Dipilih karena Murah, Tak Disukai Nyamuk

Di kampung RW 13 Kelurahan Putat Jaya, Sawahan, Suranaya, peran jumantik juga termasuk menggalakkan warganya hidup bersih, bebas jentik.

Berantas Demam Berdarah ala RW 13 Putat Jaya- Tanaman ini Dipilih karena Murah, Tak Disukai Nyamuk
surya/achmad zaimul haq
Kader Jumantik RW 13 Putat Jaya merawat tanaman sereh. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jangan dikira peran juru pemantau jentik (jumantik ) nyamuk hanya sekedar memantau jentik nyamuk di kamar mandi.

Di kampung RW 13 Kelurahan Putat Jaya, Sawahan, Suranaya, peran jumantik juga termasuk menggalakkan warganya hidup bersih, bebas jentik dan mewujudkan kampung sereh pencegah nyamuk.

Ya, tanaman daun sereh dijadikan kampung padat dan rapat Putat Jaya untuk senjata ampuh untuk melawan nyamuk. Sebab tiga tahun belakangan kampung mereka masuk dalam kawasan yang rawan demam berdarah.

"Setiap tahun di kampung kami selalu ada yang kena demam berdarah. Tahun kemarin ada dua orang yang terdeteksi terserah demam berdarah. Tahun ini juga ada dua," kata Koordinator Jumantik RW 13 Cholifah, pada Surya, Rabu (30/8/2017).

Untuk itu dalam setahun terakhir para jumantik di seluruh RT di RW 13 dikerahkan untuk membuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Semua genangan air ditutup rapat. Begitu juga dengan kamar mandi.

Setiap seminggu sekali jumantik memeriksa kamar mandi untuk mengetahui adakah jentik nyamuk atau tidak.

"Kadang ada yang tidak mau diperiksa. Saat kita akan masuk ke kamar mandi mereka, ada yang bilang teriak sudah bersih, baru dikuras, atau kadang juga sedang ada orang di dalam, jadi tidak boleh masuk," katanya.

Hal itu memang sempat membuat kecewa pada jumantik, padahal pemeriksaan jentik nyamuk tak lain juga untuj keselamatan keluarga di rumah tersebut. Seringnya nanti setelah ditolak jumantik akan datang kembali dan melakukan pemeriksaan.

"Kalau kedapatan ada jentik nyamuk di sana maka kami akan meminta untuk menguras. Lalu kami juga menyarankan agar memelihara ikan, agar jentik bisa dimakan ikan. Tapi ada saja alasannya takut ikannya lompat," ucapnya tertawa.

Namun, lagi-lagi upaya jumantik untuk ikut berperan aktif daalam memberantas demam berdarah tidak bisa dihentikan. Sejak setahun terakhir mereka mulai mengembangkan cara jitu.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help