Surya/

Berita Banyuwangi

Antisipasi Lonjakan Penumpang Idul Adha, ASDP Ketapang Kerahkan 32 Kapal

"Selain itu kami juga menambah jumlah loket kendaraan roda dua. Karena kami prediksi akan terjadi lonjakan di penumpang roda dua," kata Elvi.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Idul Adha, ASDP Ketapang Kerahkan 32 Kapal
surya/haorrahman
PULANG KAMPUNG - Lonjakan penumpang jelang Idul Adha dari Gilimanuk menuju Ketapang diprediksi terjadi Kamis (31/8/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Mengantisipasi antrian penumpang menjelang Idul Adha, PT ASDP mengoperasikan 32 unit armada kapal di lintas Ketapang–Gilimanuk.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang- Gilimanuk, Elvi Yoza mengatakan, puncak lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada, Kamis (31/8), atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Sebanyak 32 kapal tersebut mulai dioperasikan secara maksimal pada hari itu.

"Selain itu kami juga menambah jumlah loket kendaraan roda dua. Karena kami prediksi akan terjadi lonjakan di penumpang roda dua," kata Elvi, Rabu (30/8/2017).

Penambahan loket kendaraan roda dua ini diletakkan di area pelabuhan Gilimanuk, yang semula dua unit menjadi empat unit.

Sedangkan di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, di lakukan penambahan loket pada saat masa arus balik liburan, yang di prediksikan puncaknya akan terjadi, Minggu (3/9/2017).

Elvi mengatakan apabila kondisi di pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk terjadi penumpukan kendaraan bermotor cukup signifikan, maka waktu bongkar muat masing masing armada kapal dipercepat.

"Waktu bongkar muat akan dipercepat, dari yang semula 25 menit menjadi 15 menit. Hal ini untuk mengurai antrian panjang kendaraan bermotor di area parkir pelabuhan," kata Elvi.

Selain itu, ASDP juga memasang tenda-tenda di area Pelabuhan Gilimanuk, karena berdasarkan pengalaman, arus penumpang lebih banyak mengalir dari arah Bali.

"Untuk Idul Adha peningkatan penumpang lebih banyak dari arah Bali. Karena banyak masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang bekerja di Bali pulang kampung," tambah Elvi.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help