Surya/

Citizen Reporter

Cara Aman Berkendara ala Anak Muda

ayo jujur saja, apakah kamu anak muda yang santun dan cerdas berkendara di jalan raya? intip gaya kepedulian 3 mahasiswa Stikom Surabaya ini ..

Cara Aman Berkendara ala Anak Muda
muh bahruddin/citizen reporter
3 Kreator video aman berkendara 

Reportase MUHAMMAD BAHRUDDIN
Dosen Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya/Mahasiswa Progran Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia

DATA kepolisian Republik Indonesia memperlihatkan, setiap satu jam rata-rata tiga orang meninggal di jalan raya akibat kecelakaan. 61 Persen kecelakaan disebabkan faktor manusia, 30 persen karena faktor prasarana dan lingkungan, dan hanya sembilan persen karena faktor kendaraan. 

Tingginya angka kecelakaan yang disebabkan faktor manusia inilah yang memaksa Prasetyo Reza Ashari, Fadhlullah Hamid, dan I Putu Eggi Pratama, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya menuangkan keprihatinannya dalam bentuk video iklan kampanye sosial.

“Kecelakaan kendaraan bermotor menempati urutan kesembilan di dunia penyebab kematian,” ungkap Prasetyo, sapaan Prasetyo Reza Ashari. Menurutnya, masyarakat harus menyadari bahaya selalu mengancam di jalan raya. Karena itu, kelengkapan berkendara sangat penting bagi para pengendara.

Eggi menambahkan, kepatuhan  masyarakat terhadap lalu lintas masih jauh dari kesadaran. Contohnya, berhenti di belakang garis zebra cross dan menjaga jarak dari kendaraan di depannya.

“Paling jarang diperhatikan masyarakat adalah tata cara menyalip kendaraan dengan benar. Padahal itu sangat penting. Tak sedikit kecelakaan terjadi akibat hal ini,” contoh Eggi.

Untuk kelaikan kendaraan, ketiganya mencontohkan secara bergantian tentang bagaimana memeriksa kesiapan kendaraan bermotor dengan cara mengecek ban, rem, lampu belakang dan depan, lampu spion, lampu sein, hingga rantai. Bagi mereka kesiapan kendaraan bermotor sangat berperan dalam keselamatan berkendara.

“Sayangnya masih banyak yang luput memerhatikan hal tersebut,” timpal Hamid, sapaan Fadhlullah Hamid. Mahasiswa semester lima ini menambahkan, untuk hal-hal yang bersifat ringan saja, masyarakat masih belum memiliki kesadaran penuh. Seperti  mengenakan jaket, sarung tangan, atau helm SNI. “Ini masalah karakter,” tegasnya.

Agar lebih komunikatif, karya video kampanye ini menggunakan teknik animation message approach, yaitu teknik animasi dengan perpaduan visual effect.Teknik ini untuk menghilangkan kebosanan. Kompleksitas pesan juga mudah dicerna.

“Apalagi durasi video dua menit 34 detik,” tegas Prasetyo, Ketua Himpunan Mahasiswa DKV Stikom ini.

Alhasil, upaya ketiganya tak sia-sia. Paro Juli 2017 lalu, video kampanye ini  memenangi kompetisi Marketing Communication sebagai video kampanye sosial terbaik tingkat Jawa Timur yang dihelat MPM Honda Surabaya.

“Saya berharap video ini bisa menyadarkan masyarakat tentang cara aman berkendara, khususnya bagi para pemuda dan mahasiswa,” pungkas Prasetyo.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help