Surya/

Sambang Kampung

Sambang Kampung Kalijudan - Kecap Geser Produksi Kupang

Dulu kampung Kalijudan di Surabaya dikenal sebagai pusat kuliner kupang. Tetapi kini banyak warga yang mulai beralih ke produksi kecap. Ini alasannya.

Sambang Kampung Kalijudan - Kecap Geser Produksi Kupang
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Muhammad Jajuli, distributor kecap Tawon Madu yang menjalankan usaha turun temurun warga di Kampung Kalijudan. Berawal dari kedua orang tua yang juga pegawai di slaah satu pabrik kecap ternama di Surabaya. Kakak Kjajuli mulai mengembangkan produk kecap dengan merk Mata Dua. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usaha turun temurun warga di Kampung Kalijudan cukup beragam. Sebagai kampung yang dekat dengan pesisir, salah satu produk andalan mereka adalah kupang.

Namun, ada produk lain yang menarik dari kampung ini. Yaitu, kecap, yang menjadi usaha turun temurun warga di RT 2 RW 4 Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo.

Muhammad Jajuli, Distributor Kecap Tawon Madu mengungkapkan, usaha ini sudah menjadi usaha turun menurun keluarganya.

Berawal dari orang tua, yang menjadi pegawai di salah satu pabrik kecap ternama di Surabaya. Kakak Jajuli mulai mengembangkan produk kecap dengan merek Mata Dua.

“Produk ‘Mata Dua’ enak sekali karena dari bahan pilihan. Tetapi ya kalah bersaing harga dengan yang sudah punya nama. Makanya, ganti kecap ‘Tawon Madu’, ini produksi adik saya,” ujar pria yang tinggal di Jl Kalijudan gang XII ini.

Meski telah beralih kepemilikan dan beralih merek, kata Jajuli, beberapa tetangga masih setia memakai kecap awal untuk usaha mereka, seperti penjual bakso.

Perbedaan merek ini ditentukan bahan yang digunakan. Kecap Tawon Madu menggunakan gula yang berbeda dengan merek sebelumnya.

“Kami masih industri rumahan, jadi yang penting jalan. Kami juga terbatas untuk produksi karena pegawai tidak sampai 10 orang,” ungkapnya.

Salah satu upayanya untuk bertahan, dengan adanya minat warga dan dukungan berbagai pihak untuk tetap memroduksi.

Bahkan, produknya selalu menjadi produk unggulan di setiap lomba kampung yang diikuti.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help