Surya/

Sambang Kampung

Sambang Kampung Kalijudan - Pegnusaha Aksesori Bertahan 7 Tahun Dengan Produk Alam

Banyak produsen kerajinan tangan gulung tikar hingga memilih usaha bidang lain. Tetapi tidak bagi pasangan dari Kampung Kalijudan ini.

Sambang Kampung Kalijudan - Pegnusaha Aksesori Bertahan 7 Tahun Dengan Produk Alam
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Trully Ervandiary (42),warga Kelurahan Laijudan Kecamatan Mulyosari yang mengembangkan bisnis 101 True Fashion Earth menjadi andalan kampung akan produk aksesorisnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Bisnis aksesoris mengalami pasang surut sesuai dengan tren yang berkembang.

Hal ini membuat banyak produsen kerajinan tangan akhirnya gulung tikar memilih memulai usaha di bidang lain.

Namun tidak bagi Pasangan suami istri Johannes (49) dan Trully Ervandiary (42) yang terus mengembangkan bisnis 101 True Fashion Earth. Warga Kelurahan Laijudan Kecamatan Mulyosari ini bahkan menjadi andalan kampung akan produk aksesorisnya.

Mengawali usaha dengan fokus pada meterial kayu dan batu bukan perkara mudah. Mereka sempat kesulitan mencari produsen berbahan kayu. Hingga akhirnya menemukan mantan pekerja Johannes yang bersedia memproduksi bahan kayu dan tulang di tempat tinggalnya di Blitar.

“Di Surabaya saya kesulitan cari lahan yag bisa dibuat berisik, karena alat membentuk kayunya. Karena kerajainan tangan, bahan hasil jadinya juga macam-macam, sama-sama warna hijau saja hasilnya bisa beda,” ungkap Trully.

Ibu 5 anak ini bahkan mempekerjakan beberapa kenalannya untuk merangkai bros, ikat pinggang dan kalung kayu. Sementara untuk pesanan eksklusif atau perpaduan kayu dan batu masih dikerjakan sendiri.

“Pasar kami selalu ada, tidak selalu datang ke showroom kami. Kebanyakan kenalan saat pameran, kemudian komunikasi online via whatsapp untuk memenuhi pesanannya,” ungkapnya.

Meskipun berinteraksi secara online, namun, Trully enggan memasarkan produknya secraa online. Ia khawatir pelanggan akan kecewa dengan hasil foto yang kadang tidak sesuai dengan warna asli produk.

“Saya lebih memilih pameran, bahkan menawarkan produk saya untuk jadi souenir di acara dinas dan hotel,” ungkapnya.

Tidak sekedar berinovasi dengan desain. Trully juga berinovasi pada kemasan agar produknya terlihat eksklusif. Awal produknya dikenal, ia banyak mengikuti pameran di ebrbagai kota hingg aomset bulanan bisa mencapai Rp 30 juta. Tetapi saat ini ia hanya menghasilkan Rp 15 juta tiap bulanya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help