Surya/

Lapor Cak

Pedestrian Jemursari Surabaya Dipenuhi PKL

Pedestrian atau jalur pejalan kaki di Surabaya belum benar-benar bersih dari pedagang kaki lima. Di kawasan Jl Jemursari ini contohnya...

Pedestrian Jemursari Surabaya Dipenuhi PKL
surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Deretan PKL di Jl Jemursari +berjualan dengan menjadikan trotoar bagian dari tempat jualan mereka. Foto diambil dari Senin (28/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Siapa bilang Pedestrian di Surabaya steril dari pedagang kaki lima (PKL). Bahkan bahu jalan di tepi jalan umum salah satu sudut kota metropolis ini masih banyak digunakan untuk jualan.

Setidaknya situasi itu ditemukan di Jl Jemursari dari sisi Selatan. Begitu melintas dari arah Selatan menuju Utara ke Margorejo, sepanjang jalan ini marak PKL. Mereka tidak saja berjualan dengan memanfaatkan trotoar.

Fasiltas untuk pejalan kaki itu direbut penjual makanan dan aneka jualan lain.

"Sudah lama banyak PKL jualan di Jemursari. Kalau pagi jam kerja sangat mengganggu," keluh Vidya, pengguna jalan.

Pantauan Surya memang sepanjang jalan Jemursari menuju Margorejo banyak PKL berjualan di tepi jalan. Ada yang mendirikan bangunan semipermanen, ada yang menggelar gerobak motor, ada pula yang menggelar meja di tepi jalan.

Begitu masuk tikungan dari arah Dolog menuju Jemursari sudah ada beberapa PKL, ndasar. Punya semacam stan atau bangunan Warung. Ada sekitar 7 Warung di sini.

Sebagian besar mereka memanfaatkan trotoar menjadi bagian dari fasilitas Warung mereka. Kemudian bergeser sedikit ke utara, setiap hari ada obrok penjual susu sapi segar. Susu segar itu dijajakan di meja.

(Baca: PKL di Kawasan Jemursari Belum Tersentuh Petugas)

Malahan penjual susu itu memanfaatkan bahu jalan. Tidak sedikit yang tegoda membeli karena mudah akses. Cukup menepi di jalan sudah bisa membeli susu segar.

Padahal jika ada kendaraan yang menepi dan berhenti melakukan transaksi dengan penjual susu itu sangat mengganggu saat jam masuk kerja. Di atas jam masuk kerja jalur ini relatif tidak ramai.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help