Surya/

Liputan Khusus

Laporan Khusus E-Tilang - Ingat, Slip Merah Sudah Tidak Berlaku!

Dengan diberlakukannya E-Tilang, maka slip merah tak lagi berlaku. Yang berlaku hanya slip warna biru. Emang apa bedanya?

Laporan Khusus E-Tilang - Ingat, Slip Merah Sudah Tidak Berlaku!
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Surat tilang dan slip pembayaran melalui transfer bank yang menunjukkan nilai denda tilang hingga Rp 1,5 juta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Korps Lalu Lintas Polri resmi meluncurkan aplikasi tilang elektronik atau e-tilang pada Desember 2016. Sedangkan Polrestabes Surabaya baru menerapkan tilang elektronik pada Februari 2017.

Berdasarkan mekanisme yang ada, pelanggar lalu lintas (lalin) harus menitipkan denda maksimal ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) setelah menerima slip biru dengan kode tertentu. Akan tetapi, mereka yang tak mau repot bisa langsung membayar ke kejaksaan setelah hari sidang.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, pembayaran denda e-tilang langsung di kejaksaan tak melanggar aturan. Dengan sistem e-tilang ini, pelanggar tidak perlu lagi menghadiri persidangan.

"Kecuali kalau pelanggar mau sidang," katanya kepada Surya, pekan lalu.

Diperbolehkannya "jalan pintas" itu sebenarnya opsi terbaik bagi masyarakat yang mendapat tilang. Jika mengikuti mekanisme yang berlaku, para pelanggar harus menitipkan denda maksimal ke BRI.

Nilai besaran denda maksimal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Nominalnya bervariasi untuk masing-masing pelanggaran.

(Baca: Laporan Khusus E-Tilang - Bagus Kaget Kena Tilang Rp 1,5 Juta)

Dalam slip biru e-tilang, tertulis beberapa kolom denda yang harus dibayar dengan nilai yang berbeda-beda. Paling besar, yakni Rp 1,5 juta.

Menurut Adewira, penentuan denda maksimal ini sudah sesuai dengan undang-undang. Sisa denda maksimal yang dibayarkan dikurangi nilai vonis sidang bisa diambil kembali ke BRI. Tentunya, setelah semua proses dijalani.

Sayangnya, beberapa narasumber Surya menyatakan, proses pengurusan ini cukup panjang.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help