Surya/

Berita Surabaya

Begini Aksi Mahasiswa Asing di Kampung Dolanan- Lihai Balap Karung, Kesulitan Bermain Egrang

Ada tiga permainan yang tadi dia mainkan bersama anak-anak Kampung Dolanan. Yaitu egrang batok, tarik tambang, dan juga balap karung.

Begini Aksi Mahasiswa Asing di Kampung Dolanan- Lihai Balap Karung, Kesulitan Bermain Egrang
surya/achmad zaimul haq
DOLANAN - Sejumlah pemuda dari Portugal, Vietnam, dan Cina belajar ikuti balap karung memeriahkan puncak festival kampoeng dolanan di kawasan Jl Kenjeran, Minggu (27/8/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Suasana meriah terasa di Kampung Dolanan saat empat mahasiswa asing dari tiga negara ikut bermain tarik tambang dan balap karung dalam Festival Kampung Dolanan, Minggu (27/8/2017).

Keempat mahasiwa summer camp dari Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) itu turut meramaikan ajang culture exchange yang digagas oleh pemuda Kampung Dolanan RT 4 RW 2 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto.

Joao Pereira, salah satunya, mahasiswa asal Portugal itu terlihat berusaha keras menarik tali tambang agar tidak sampai kalah dari lawan. Bergabung bersama warga setempat ia tak sungkan untuk membaur menyatukan semangat agar timnya tidak sampai kalah.

"Dua kali tadi satu kali tadi menang, cukup berat melawan lebih dari sepuluh orang," ucapnya lalu tertawa. Mahasiswa asal University of Aveiro ini mengaku permainan tradisional tarik tambang sama dengan permainan di negaranya yang biasa ia sebut Rope Game.

Kesan senada juga disampaikan oleh Victor, mahasiswa asal Vietnam ini mengaku menikmati menyatu anak-anak kampung dalam permainan tradisional.

Ada tiga permainan yang tadi dia mainkan bersama anak-anak Kampung Dolanan. Yaitu egrang batok, tarik tambang, dan juga balap karung.

"Untuk balap karung dan tarik tambang cukup seru dan bisa ikut memainkan. Tapi kami sempat kesulitan saat memainkan egrang," katanya.

Victor bahkan sampai sempat terjerembab saat akan melangkah menggunakan egrang batok. Padahal ia sudah melepas sepatu meski tetap menggubakan kaos kaki.

Tapi, setelah beberapa kali mencoba ia akhirnya mengtahui trik bermain egrang batok. Yaitu menyelaraskan langkah kaki dengan tarikan tali yang menghububhkan dua batok kelapa atau bambu.

Permainan egrang batok dikatakan mahasiswa asing tersebut juga ada di negaranya. Namun bukan dibuat dengan batok ataupun bambu.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help