Banyak Bangunan​ Liar di Rusun Sombo, ini yang Akan Dilakukan Pemkot Surabaya

Di Sombo, rusunawa tertua di Surabaya, terungkap ada banyak pelanggaran, termasuk bangunan liar. Ini yang akan dilakukan Pemkot Surabaya.

Banyak Bangunan​ Liar di Rusun Sombo, ini yang Akan Dilakukan Pemkot Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Rusun Sombo di Surabaya. Pemkot Surabaya berencana melakukan revitalisasi kawasan ini usai terungkapnya banyak pelanggaran di sana. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sombo, Rumah susun sewa (rusunawa) tertua di Surabaya bakal segera direvitalisasi oleh Pemkot Surabaya. Ini setelah terungkap banyaknya pelanggaran yang dilakukan di sana. 

Salah satu yang banyak terjadi adalah pembangunan bangunan tambahan di luar unit yang memakan badan jalan sehingga menimbulkan adanya bangunan liar.

Untuk itu dalam waktu dekat Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya secara perlakan akan melakukan pengembalian fungsi dengan revitalisasi.

"Upaya itu sedang kami lakukan. Sebab seperti yang dapat kita lihat, banyak penambahan bangunan di luar unit rusun yang dibangun oleh warga padahal seharusnya itu tidak boleh dilakukan," ucap Kepala DPBT Surabaya Maria Ekawati Rahayu, saat mengunjungi rusun Sombo, Minggu (27/8/2017).

Berdasarkan pantauan Surya, di lantai dasar rusun dengan 10 blok tersebut memang sudah banyak yang berubah. Di lantai paling bawah misalnya, yang seharusnya lorong rusun sudah ditutup dengan tambahan ruang oleh penyewa dan dibangun dengan permanen. Bahkan ada pula yang dibangun lalu dipagar. Beberapa bagian lain juga ada yang dibangun untuk tempat berjualan.

Tidak hanya lantai bawah, di lantai atas pun sama. Penambahan ruang di luar unit untuk digunakan hunian ada yang dibangun menggubakan kayu triplek, ada pula yang menggunakan bangunan bata permanen.

"Seharusnya itu memang tidak boleh. Perlahan kita sedang sosialisasi. Seperti misalnya di lantai dasar, saat kita akan membangun fasum dan lapangan olahraga juga sempat ditolak karena harus menggusur kandang-kandang milik warga rusun, tapi setelah diberi penjelasan akhirnya menerima, nanti juga begitu," kata Yayuk.

Nantinya tambahan bangunan liar itu akan dihilangkan dan akan dipasangkan paving baru. Sehingga adanya revitalisasi visa dirasakan manfaatkan oleh penghuni rusun.

Lebih lanjut, ia menyebut, rusun Sombo ini menjadi rusun tertua selain rusun di Dupak. Harga sewa rusun dengan ukuran 6 meter kali tiga meter itu hanya Rp 15 ribu per bulan. Dengan fasilitas satu kamar tidur dan satu kamar mandi.

"Total di sini ada 600 unit. Kalau dibilang overload tidak, hanya saja banyak penghuni rusun yang menghini unit sampai lebih dari empat orang, itu banyak," katanya.

Pemukiman rusun Sombo ini ke depan akan mendapatkan banyak perhatian. Sebab kawasan hunian vertikal ini tampak kumuh jika dilihat dari luar. Banyak jemuran, dan juga tambahan bangli yang membuat rusun tampak tak terawat.

Hal itu tidak lepas dari perhatian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia menyebut pekan depan akan mengarahkan petugas untuk bekerja bakti di rusun Sombo dan melakukan penghijauan dan pengecatan.

"Minggu depan saya akan luangkan waktu untuk ngecat rusun Sombo. Kalau tidak hari Sabtu ya Minggu. Nanti juga akan kita tanami sayur-sayuran di sini, ibu-ibu akan saya minta untuk menyirami tanamannya," ucap Risma.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help