Surya/

Lapor Cak

Awas, E-Tilang Mulai Diuji Coba di Bratang Surabaya

Dishub Kota Surabaya sedang melakukan ujicoba penerapan sistem pengawasan lalu lintas menggunakan kamera CCTV. Tilang pun, nanti akan dikirim ke rumah

Awas, E-Tilang Mulai Diuji Coba di Bratang Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah kendaraan berhenti saat lampu merah di persimpangan Terminal Bratang, Minggu (27/8). Kamera tambahan dengan resolusi tinggi terpasang di Jl Nginden sebelum persimpangan terminal Bratang. Kamera yang diuji coba itu memonitor pelanggaran lalu lintas dan jika ada pelanggaran oleh pengguna jalan plat no kendaraan akan direkam dan dikenai tilang melalui surat (e-tilang). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam dua hari belakangan warga Surabaya mulai ramai akibat adanya broadcast melalui WhatsApp group yang berisi tentang peringatan agar waspada di persimpangan jalan.

Khususnya di traffic light di kawasan Bratang. Isi broadcast tersebut mengimbau pada pengguna jalan agar tidak melanggar marka jalan dan agar tidak menerobos rambu lalu lintas.

Pengguna jalan juga bakal diperingatkan bahwa jika mereka melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi e-tilang. Nomor polisi kendaraan akan dipotret dan direkam dan dikenai tilang melalui surat.

"Dapat broadcast dari teman di whats app, mulanya sih mengira hoax, tapi setelah melintas di Bratang, ternyata tampak ada tambahan kamera, dan di persimpangan juga banyak polisi berjaga," kata Abdul Andra yang melintas di Jalan Nginden, Minggu, (27/8/2017).

Menurutnya dengan adanya imbauan seperti itu pihaknya mengaku was-was dan jadi waspada dan takut untuk melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia mengaku takut jika menjadi pelaku pelanggaran dan dikenai tilang.

"Sebenarnya belum tahu sistemnya seperti apa. Namun kalau konsepnya pakai CCTV, jadi agak takut, kadang-kadang nggak berani melanggar karena ada polisi, kalau nggak ada biasanya tidak sengaja," ucapnya.

Saat dikonfirmasi pada Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Surabaya Dwija Wardhana, pihaknya mengatakan saat ini memang sedang melakukan uji coba untuk penerapan sistem pengawasan lalu lintas dengan memasang sejumlah kamera.

"Kami memang sedang melakukan uji coba pemasangan kamera yang terintegrasi dengan Surabaya Intelengence Transport System (SITS) untuk memonitor pelanggaran lalu lintas dengan berbasis IT," kata Dwija.

Ia melanjutkan, lokasi uji coba baru diletakkan di satu titik yaitu di persimpangan Bratang. Tepatnya di Jalan Nginden arah ke Taman Flora.

Di sana, diberikan satu pemasang kamera tambahan. Terdapat dua kamera resolusi tinggi yang dipasang. Bukan di atas traffict light seperti biasanya. Melainkan agak mundur sekitar empat meter sebelum traffic light.

Di titik tersebut ada dua kamera yang dipasang. Satu mengarah ke utara dan lainnya ke barat. "Lokasi uji coba masih di persimpangan Bratang, kamera ini dapat memonitor pelanggaran lalu lintas mulai kendaraan yang melaju di atas kbatas kecepatan, yang berhenti melewati batas garis stop, juga kendaraan yang melawan arus," ucap Dwija.

Selain itu dengan kamera ini juga akan bisa mendeteksi jenis kendaraan dan nomor polisi kendaraan bermotor di titik tersebut. Sehingga pengawasan lebih optimal.

"Uji coba ini juga kerja sama dengan kepolisian. Dari hasil uji coba akan dievaluasi unyuk peningkatan sistem juga koordinasi dengan jajaran terkait termasuk kejaksaan dan pengadilan," katanya.

Khususnya untuk ditentukan kebijakan apakah rekaman kamera CCTV resolusi tinggi ini bisa dijadikan sebagai bukti atas pelanggaran di jalan raya. Sehingga pelaku pelanggaran bisa dikenai tindakan tilang.

"Rencana ke depan tindak lanjutnya adalah dengan tilang. Sistemnya online, setelah dideteksi pemilik kendaraan, tilang akan dikirimkan ke alamat yang bersangkutan," ucap Dwija.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help