Universitas Airlangga Buka RS Gigi dan Mulut 24 Jam

Universitas Airlangga membuka rumah sakit gigi dan mulut yang beroperasi selama 24 jam nontstop.

Universitas Airlangga Buka RS Gigi dan Mulut 24 Jam
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Wakil Rektor IV Unair Junaidi Khotib didampingi Direktur RSGM Unair Coen Pramono (tengah) memperlihatkan salah satu ruang bedah yang ada di RSGM, Rabu (23/8/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya menambah fasilitas Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) dilakukan dengan membuka RS Gigi dan Mulut (RSGM) 24 jam. Karena operasional 24 jam, pelayanan kesehatan di RSGM memiliki fasilitas lengkap dan modern.

Direktur RSGM Unair Prof Drg Coen Pramono menjelaskan pembangunan rumah sakit ini sesuai dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2013. Yaitu pendidikan profesi, dokter dan dokter gigi harus dilaksanakan di satu rumah sakit.

Coen Pramono menjelaskan, RSGM masuk dalam tatanan rumah sakit khusus dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 56 Tahun 2014. RSGM sebagai RS khusus, sebagaimana RS lain harus memiliki fasilitas-fasilitas pendukung, seperti rawat inap, rawat jalan, UGD dan sebagainya yang menjadi persyaratan.

“Tanpa kelengkapan itu, izin operasional tidak akan bisa dikeluarkan,”ujatnya usai peresmian rumah sakit, Rabu (23/8/2017).

Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan mampu mengubah paradigma pendidikan dokter gigi berbasis poliklinik menjadi pendidikan berbasis rumah sakit. Sehingga lulusan akan mengerti bahwa manusia tidak hanya di mulut tapi mulai dari ujunga rambut dan kaki.

“RSGM ini memiliki tujuh bidang spesialis. Mulai dari bedah mulut, bidang rekontruksi dan juga bidang lain yang diharapkan bisa mengakomodir pasien dari Indonesia Timur,”lanjutnya.

Selain itu juga ada ruang strerilisasi central, sesuai harapan pemerintah yang mencanangkan pendidikan profesi di rumah sakit untuk melindungi pasien dari bahaya penularan dan juga infeksi.

Dia mengungkapkan, sudah ada pasien yang menjalani rawat inap Di RSGM. RSGM, kata dia, sempat memiliki izin, walau izinnya sempat habis. Namun saat ini RSGM sudah memiliki izin operasional yang mereka peroleh per 1 Desember 2016.

"Besok kami akan melakukan operasi besar, yakni gabungan operasi bibir sumbing dari pasin yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB)," ujarnya.

Wakil Rektor VI Unair Junaidi Khotib mengklaim sebagai rumah sakit yang dimiliki perguruan tinggi negeri (PTN), RSGM memiliki keunggulan di mana para ahli berkumpul sehingga dapat memberikan servis kepada masyarakat terkait masalah gigi dan mulut yang paling baik.

"Dengan demikian ada keunggulan yang ditawarkan. Keunggulan bisa dilihat dari masing-masing, mulai dari poli, dan rawat inap. Selain itu, RS ini juga menjadi fasilitas pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi untuk profesi dan spesialis. Mereka yang belajar akan mempunyai kompentensi yang dicapai. Mereka akan unggul dalam menerapkan keilmuwan kepada pasien dan pasien akan mendapatkan yang terbaik," kata Junaidi.

Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Suko Widodo menambahkan, fasilitas bedah mulut adalah yang termodern untuk Rumah Sakit Pendidikan yang ada di Indonesia. Hal itu karena ditunjang dengan dana yang besar.

"Dana yang didapat untuk RSGM ini cukup besar yakni 21 miliar dan buka selama 24 jam dengan semua dokter spesialis gigi dan mulut," kata Suko.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved