Berita Tulungagung

Belajar di Kelas Berdinding Anyaman Bambu, Saat Hujan Bikin Siswa Buru-buru Menyingkir

Khusus kelas 3 menggunakan ruang kelas dari gedhek. Posisinya di sisi bawah bangunan ruang kelas yang permanen.

Belajar di Kelas Berdinding Anyaman Bambu, Saat Hujan Bikin Siswa Buru-buru Menyingkir
surya/david yohannes
Guru Kelas 3 SDN 3 Mulyosari, Andita Agustina (27) tengah mengajar muridnya, Rabu (23/8/2017). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Angin pegunungan yang dingin bertiup menembus dinding ruang kelas 3 SDN Mulyosari 3, Kecamatan Pagerwojo.

Maklum saja, dinding ruang kelas ini terbuat dari anyaman bambu atau gedhek.

Suhu bertambah dingin, karena jendela yang terpasang tanpa daun sehingga tidak bisa ditutup.

Meski demikian 18 siswa di dalamnya masih semangat untuk belajar.

Penuh keceriaan mereka mengikut pelajaran Bahasa Jawa, sesekali bersenda gurau.

"Enaknya kalau pas panas, di sini masih terasa sejuk. Tapi kalau waktu udara dingin tidak enak," ucap salah satu siswi, Vanisa Citra Selviana, Rabu (23/8/2017).

Dinding anyaman bambu yang mulai rusak terlibat berlubang di beberapa bagian.

Sekolah di kemiringan lereng Gunung Wilis ini hanya mempunyai tiga ruang kelas permanen.

Masing-masing untuk kelas 6, kelas 5 dan kelas 1 serta kelas dua secara bergantian.

Sedangkan untuk kelas 4 memanfaatkan bekas bangunan TK yang sudah tidak terpakai.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved