Surya/

Berita Sidoarjo

Pria ini Curi Motor Sport Milik Teman lalu Dijual via Medsos- Zainul Ingin Jadi Pembalap Liar

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, mengatakan Zainul mencuri motor sport Suzuki Satria FU milik Roy lantaran ingin jadi pembalap liar.

Pria ini Curi Motor Sport Milik Teman  lalu Dijual via Medsos- Zainul Ingin Jadi Pembalap Liar
surya/irwan syairwan
Zainul Rochman (pakaian tahanan) diperlihatkan polisi dalam rilis hasil tangkapan di Mapolres Sidoarjo, Selasa (22/8/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Zainul Rochman (22) ingin menjadi pembalap motor amatiran. Namun, warga Desa Mojolebak, Jetis, Mojokerto, ini tak punya motor bagus, hingga akhirnya mencuri motor milik Roy Kurniawan warga Gedangan Sidoarjo.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, mengatakan Zainul mencuri motor sport Suzuki Satria FU milik Roy lantaran ingin menjadi pembalap liar.

"Tersangka tak punya motor bagus, hingga akhirnya mencuri punya korban," kata Harris saat menggelar rilis kasus perkara, Selasa (22/8/2017).

Harris menuturkan kejadian bermula ketika Zainul berkenalan dengan Roy saat Ramadhan lalu. Keduanya sama-sama hobi musik, Zainul pemain band dan Roy punya usaha toko gitar.

Pada 7 Agustus lalu, Zainul mengunjungi toko Roy untuk membeli gitar. Di dalam toko yang menyatu dengan rumah korban, Zainul melihat motor sport modifikasi di mana kunci motor tersebut menempel di kontak.

Niat membeli gitar sirna dan timbul keinginan jahat untuk mencuri motor tersebut.

Zainul meminta gitar lain yang ada di dalam rumah Roy. Karena sudah kenal, korban masuk ke dalam rumah untuk mengambil gitar lain.

"Saat korban masuk rumah, tersangka menggondol motor itu," sambungnya.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan foto motor yang mirip di-posting pada sebuah grup medsos, Persatuan Balap Liar Sidoarjo. Motor tersebut akan dijual oleh Zainul.

"Dari unggahan di medsos itu tersangka bisa kami tangkap," ujarnya.

Harris menyatakan pihaknya akan juga mengawasi anggota di grup medsos itu.

Menurutnya, ada potensi aksi melanggar hukum dari para anggota grup medsos tersebut.

"Selain aksi balap liar yang melanggar hukum, grup medsos itu ada kemungkinan juga jadi ajang jual-beli motor ilegal," ucapnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help