Pemkot Surabaya

Dikebut Siang Malam, Target Box Culvert Jemur Ngawinan Bebas Macet, Pemkot: Kami Tak Mau Molor Lagi

Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan penyelesaian box culvert ini memang dikebut.

Dikebut Siang Malam, Target  Box Culvert Jemur Ngawinan Bebas Macet, Pemkot: Kami Tak Mau Molor Lagi
surya/fatimatuz zahro
Pengerjaan box culvert Jemur Ngawinan dikebut. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pengerjaan proyek box culvert di Jemur Ngawinan terus dikebut. Dalam waktu empat bulan Pemkot menjanjikan bahwa jalan Jemur Ngawinan akan bertambah lebarnya hingga sepuluh meter.

Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, dalam penyelesaian box culvert ini memang dikebut. Ini untuk mengejar deadline penyelesaian proyek hingga akhir tahun.

"Deadline selesainya akhir tahun. Kami tidak ingin kalau pengerjaannya molor lagi," ucap Syamsul, Minggu (20/8/2017).

Ia menyebutkan sisa pengerjaan proyek ini sudah tinggal 30-40 persen saja. Dengan panjang jalan yang harus dibangun sebanyak 200 meter.

Di lapangan, tampak alat berat eskavator sebanyak tiga unit yang didatangkan pengerja proyek untuk menyelesaikan proyek.

Kisdam sudah tertata dan mulai memasukkan atau menata box culvert yang sudah didatangkan sejak akhir tahun lalu.

Untuk menahan air sungai agar tidak membanjiri daerah lokasi proyek juga sudah dilakukan pembendungan di arah sungai dari bundaran Dolog.

Hal ini untuk membantu agar kondisi sungai memungkinkan untuk pemasangan boz culvert. Sebagaimana tahun lalu proyek ini mangkrak tidak selesai lantaran kondisi air sungai yang deras sehingga tidak bisa dipasang box culvert.

Selain itu, cuaca kemarau basah juga disebut sebagai penghambat selesainya proyek box culvert ini. Oleh sebab itu sebelum masuk musim hujan di akhir tahun, penggarapan box culvert ini dikebut. Tidak hanya malam, namun siang hari proyek ini juga dikerjakan.

"Tapi kita cukup terbantu dengan adnaya proyek salura di frontage road barat. Adanya pengerjaan saluran di frontage road sisi barat juga ada pembendungan sehingga aliran ke sungai di Jemur Ngawinan sudah cukup banyak terbendung," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Syamsul, awal tahun proyek senilai Rp 200 miliar ini akan rampung dan dapat difungsikan oleh warga Surabaya.

Selain untuk mengatasi kemacetan lantaran kendaraan kerap mengular di titik tersebut, pembangunan proyek ini juga dilakukan untuk konversi saluran dari irigasi menjadi drainase.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help