Surya/

Berita Sidoarjo

Jadi Pembicara Seminar Parenting, Khofifah: Jangan Mudah Jatuhkan Talak dan Menggugat Cerai

Mensos: Jatim merupakan provinsi tertinggi di Indonesia untuk kasus perceraian, kurangnya komunikasi dan...

Jadi Pembicara Seminar Parenting, Khofifah: Jangan Mudah Jatuhkan Talak dan Menggugat Cerai
SURYA/Irwan Syairwan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat melayani ibu-ibu yang ingin berfoto bersama usai Seminar Parenting LDII Sidoarjo di Sruni, Gedangan, Sabtu petang (19/8/2017) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Seberapa pun beratnya permasalahan rumah tangga (RT), harus bisa diselesaikan dengan baik. Jangan sampai keutuhan RT hancur karena salah satu pihak lebih mementingkan egonya.

Pesan itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa di hadapan ibu-ibu jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sidoarjo, kala memberikan petuah pada acara Seminar Parenting LDII Sidoarjo di Sruni, Gedangan, Sabtu petang (19/8/2017).

Khofifah meminta para ibu jangan mudah menggugat cerai suaminya. "Pun sebaliknya, para suami jangan terlalu cepat menjatuhkan talak. Apapun permasalahannya, usahakan hindari yang namanya perceraian," kata Khofifah.

Mensos menyatakan Jatim merupakan provinsi tertinggi di Indonesia untuk kasus perceraian. Kurangnya komunikasi dan adanya orang ketiga menjadi penyebab pasangan keluarga di Jatim bercerai.

Hal ini bisa dihindari jika suami dan istri saling menjaga komunikasi dan kepercayaannya. "Kalau suami dan istri sedang berjauhan karena urusan pekerjaan, misalnya, masing-masing harus bisa menjaga kehormatannya. Jangan mudah tergoda," pesan Mensos.

Di Sidoarjo sendiri, angka perceraian cenderung meningkat. Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Mubarok, dalam suatu kesempatan terpisah menyatakan ada kecenderungan kenaikan angka perceraian. Pada 2014, perkara putus cerai ada 4.232 perkara. Jumlah itu meningkat pada 2015 menjadi 4.432 perkara. Pada 2016 mengalami sedikit penurunan, yaitu 4.397 perkara.

Kendati demikian, angka 4.000-an kasus perceraian di Kota Delta termasuk tinggi. "Kami selalu menekankan mediasi untuk mencari jalan keluar permasalahan RT warga. Namun, baik penggugat ataupun pemohon sama-sama ingin berpisah," imbuh Mubarok.

Penyebab tertinggi angka perceraian tersebut didominasi persoalan ekonomi. Kendati demikian, tren sekarang mulai berubah menjadi adanya pihak ketiga.

"Kebanyakan yang mengajukan cerai antara rentang umur 20 tahun - 30 tahun," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help