Surya/
Grahadi

Gus Ipul : Pelayanan Lansia Harus Diprioritaskan

Wagub Jatim, Gus Ipul, meminta seluruh pelayanan publik mesti memprioritaskan masyarakat yang lanjut usia atau lansia.

Gus Ipul : Pelayanan Lansia Harus Diprioritaskan
ist/Humas Pemprov Jatim
Gus Ipul saat hadir dalam peringatan Hari Lansia Nasional Tingkat Provinsi Jatim di halaman Masjid Akbar Surabaya, Sabtu (19/8) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf meminta seluruh pelayanan publik harus memprioritaskan masyarakat yang lanjut usia (lansia).

Lansia harus diprioritaskan karena pada umumnya mereka kondisi fisik dan pikirannya sudah menurun. Karena itu, sudah sepatutnya masyarakat mendahulukan mereka.

“Pelayanan publik seperti rumah sakit, perbankan, dan lainnya harus memprioritaskan lansia. Jangan sampai lansia harus mengantri, tidak terurus, dan kecewa” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Peringatan Hari Lansia Nasional Tingkat Provinsi Jatim di halaman Masjid Akbar Surabaya, Sabtu (19/8/2017).

Gus Ipul mengatakan, lansia harus mendapat prioritas karena jumlahnya sangat banyak di Jatim. Berdasarkan data Dinas Sosial Jatim, terdapat 4,4 juta penduduk di Jatim yang dikategorikan lansia dengan usia rata-rata 71-72 tahun. Setiap tahunnya, jumlah tersebut bertambah sekitar 140.000 orang.

“Karena itu, kita harus memperhatikan mereka. Salah satu bentuk perhatian dari Pemprov adalah menerbitkan Perda Nomor 5/2007 tentang Meningkatkan Kesejahteran Lanjut Usia. Perda ini diharapkan menjadi payung hukum bagi seluruh stakeholder untuk meningkatkan kesejahteraan para Lansia” ujarnya.

Melalui Perda tersebut, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Pemkab/kota se-Jatim bersama-sama membangun Karang wredha di setiap desa, membentuk yayasan lansia, serta menyelenggarakan kegiatan untuk para lansia. Dengan begitu, para lansia tetap produktif di usia senja.

“Hadirnya karang wredha adalah untuk memfasilitasi dan mengajak para lansia tetap sehat melalui kegiatan olahraga, menjaga pola makan, membiasakan hidup sehat, serta tetap profuktif. Pasalnya, di karang wredha, para lansia juga didampingi, dilatih, dan didorong untuk berkarya sesuai potensi dan lingkungannya masing-masing” ujarnya.

Upayakan Lansia dapat Jaminan Kesehatan

Masih menurut Gus Ipul, belum semua lansia telah memiliki asuransi kesehatan. Padahal, kondisi fisiknya relative jauh menurun dari yang lebih muda. Kondisi itu sering dikeluhkan oleh mereka. Karena itu, Gus Ipul akan mencarikan solusi agar mereka bisa memiliki jaminan sosial kesehatan.

“Kami akan mengupayakan agar mendapat jaminan kesehatan. Bagi yang belum terdaftar di BPJS, bisa masuk sementara ke Jamkesda lalu kemudian ditransfer ke Penerima Bantuan Iuran (PBI). Langkah pertama, kami akan data berapa jumlah pastinya lansia yang belum punya jaminan sosial kesehatan” pungkasnya.

Peringatan Hari Lansia Nasional Tingkat Jatim pada kesempatan itu dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai komunitas lansia di seluruh Jatim.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help