Pemkot Surabaya

Kawasan Kumuh Surabaya Mencapai 150 Hektar, Dewan Sebut Indikatornya Hal-hal seperti ini

Meski memiliki julukan sebagai kota berwawasan lingkungan, Surabaya nyatanya masih memiliki 150 hektar kawasan permukiman kumuh.

Kawasan Kumuh Surabaya Mencapai 150 Hektar, Dewan Sebut Indikatornya Hal-hal seperti ini
surya/ahmad zaimul haq
Pemukiman kumuh di Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Kamis (12/1/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Mulai dibahasnya rancangan peraturan daerah Kota Surabaya tentang penataan kawasan permukiman dan perumahan kumuh diharapkan bisa membenahi kawasan permukiman kota yang masih belum tertata dan kumuh.

Pasalnya, meski memiliki julukan sebagai kota berwawasan lingkungan, Surabaya nyatanya masih memiliki 150 hektar kawasan permukiman yang masuk ke kategori kumuh.

Yang ditinjau dari kondisi sanitasinya, kebersihan lingkungannya, ketersediaan drainasenya hingga kondisi letak permukiman di sekitarnya.

Ketua Pansus Raperda Penataan Permukiman dan Perumahan Kumuh DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono mengatakan, 150 hektar tersebut yang nantinya harus masuk di daftar kawasan penataan.

"Banyak indikatornya, selain sanitasi dan kebersihan, yang juga jadi patokan adalah kondisi jalan lingkungan di kaqasan permukiman, lalu ada tidaknya jaringan listrik, ada tidaknya jaringan air bersih, itu yang nantinya akan memasukkan wilayah tersebut kumuh atau tidak," katanya, Jumat (18/8/2017).

Selain itu, dalam draft raperda itu juga sudah disebutkan bahwa kawasan kumuh termasuk permukiman yang ada di bantaran sungai, di bantaran rel kereta api, tanah pengairan dan tanah yang ilegal.

Sejumlah kawasan yang sudah masuk kawasan kumuh beberapa diantaranya adalah di Dupak, Jepara, Kalianak, dan juga kawasan di Surabaya utara.

Menurut politisi PDIP ini dalam penyusunan raperda tersebut akan dilakukan pemetaan untuk kawasan yang masuk ke prioritas penanganan.

"Tentu saja nanti penentuan pemetaan dan prioritas adalah berdasarkan kajian. Goalnya adalah Surabaya bisa bebas dari kawasa kumuh," ucapnya.

Sebab tentu banyak permasalahan yang bisa ditimbulkan dadi adanya kawasan kumuh ini. Mulai masalah kesehatan, masalah keamanan, dan masalah kebersihan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved