Surya/

Lifestyle

Belajar cuma 3 Bulan, 58 Mahasiswa Asing Tak Canggung Bawakan Tarian Indonesia di Hadapan Pejabat

"Saya asal Suriname, selama tiga bulan saya belajar di Surabaya, saya belajar di Studio Tydif," ucap Amdie.

Belajar cuma 3 Bulan, 58 Mahasiswa Asing Tak Canggung Bawakan Tarian Indonesia di Hadapan Pejabat
surya/fatimatuz zahro
Sejumlah mahasiswa pogram Beasiswa Seni Budaya Indonesia menampilkan tari Greget Surabaya dalam Indonesia Channel 2017 di Empire Palace, Jumat (18/8/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Amdie Wirjoredjo tampak gesit saat melenggang menampilkan tarian tradisional asli Surabaya, Greget Surabaya, dalam Indonesia Channel 2017 di Empire Palace, Jumat (18/8/2018).

Tampil di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan jajaran tamu negara sahabat ternyata tak membuatnya grogi.

Amdie merupakan satu di antara 58 mahasiswa asing dari 46 negara dunia penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) unjuk kebolehan usai tiga bulan menempuh pendidikan seni di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengenakan busana berwarna hijau dan rumbai rok berwarna kuning ia tampak piawai di antara sembilan kawannya yang lain melenggangkan tari Greget Surabaya.

"Saya asal Suriname, selama tiga bulan saya belajar di Surabaya, saya belajar di Studio Tydif," ucapnya.

Ia belajar musik, batik, dan juga budaya Indonesia melalui sanggar ini, termasuk belajar tari Greget Surabaya.

Ia mengaku senang bisa belajar banyak budaya dan kesenian Indonesia. Amdie juga mengaku sudah bisa sedikit berbicara bahasa Jawa.

"Senang bisa menampilkan hasil belajar kami. Sudah cukup lama latihan untuk tarian Greget Surabaya," ucapnya.

BSBI merupakan program beasiswa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sejak 15 tahun lalu. Hingga kini sudah 776 orang. Tahun ini ada 58 orang penerima BSBI yang di akhir program menampilkan hasil belajarnya dalam Indonesia Channel ini.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan program ini sengaja digelar untuk mengenalkan seni budaya Indonesia ke negara sahabat.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help