Surya/

Lifestyle

Tak Nyaman Jadi Rombengan, Tamim Lahirkan Puluhan ‘Transformer’

Imajinasi anak ketiga dari empat bersaudara ini membuncah sehingga akhrnya terwujudlah ‘robot-robot Transformer’ versi Tamim.

Tak Nyaman Jadi Rombengan, Tamim Lahirkan Puluhan ‘Transformer’
surya/ahmad pramudito
‘Leak’ karya Tamim menarik perhatian pengunjung. Karya instalasi dengan ukuran 140x75x50 cm itu dipatok harga Rp 18 juta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Besar dari lingkungan barang rongsokan, tak membuat Mochamad Badrun Tamim nyaman sebagai keluarga rombeng.

Meski sempat menerima warisan stan di ujung dalam Pasar Demak, Tamim ternyata memilih dunianya sendiri, sebagai seniman instalasi.

Barang-barang bekas yang ada di sekitarnya pun jadi bahan eksperimennya. Imajinasi anak ketiga dari empat bersaudara ini membuncah sehingga akhrnya terwujudlah ‘robot-robot Transformer’ versi Tamim.

Sekitar setahun silam, petualangan Tamim bersama barang rongsokan itu pun dimulai. Yang terlintas dalam pikirannya waktu itu,’ini bisa jadi itu, dan itu bisa jadi ini.’

Maka dimulailah dengan membeli beberapa barang dari tetangganya, kemudian membelah, menyatukan, merakit, menyusun, lalu menjadikan barang rombengan itu jadi ‘berbentuk’.

Memang tidak semulus yang dibayangkan. Beberapa karya pertamanya hanya menjadi bahan olok dan tertawaan teman dan tetangganya.

“Semula saya coba-coba bikin lampu hias, tapi nggak ada yang minat. Bahkan sempat diolok tetangga,” ujarnya saat ditemui di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya, Rabu (16/8).

Ketika dia mencoba bentuk robot, ternyata mulai dapat respons positif. Kini ada sekitar 60 robot beragam bentuk dan ukuran memenuhi rumahnya.

Dari jumlah itu, 20 buah diantaranya disajikan dalam pameran instalasi bertajuk ‘Transformer Edan’.

“Keinginan saya adalah merubah, mentranformasikan sampah dengan cara ‘edan’,” tuturnya sambil tertawa.

Ayah satu anak ini menegaskan tekadnya untuk menjadikan barang yang semula tak berguna yang menumpuk di rumahnya, tak hanya menjadi punya nilai seni, tetapi juga punya nilai jual. Yang menarik, robot buatannya tidak disatukan dengan cara las, melainkan dengan baut.

“Nggak ada yang dilas. Semuanya knock down, bisa bongkar pasang. Bisa saya ubah bentuknya jadi wujud lainnya jika nantinya ada ide-ide baru,” papar Tamim.

Di antara robot yang dipajang tersebut paling mahal adalah si ‘Leak’.

Sosok yang dibentuk dari bahan per, putaran kran air,dan lempengen besi dalam bentuk bulat dan persegi itu dipatok dengan harga Rp 18 juta.

Selain ‘Leak’, benda seni lain yang menghiasi ruangan itu hingga 20 Agustus mendatang adalah ‘Monkey Farmer’, ‘Polisi Hutan’, ‘Proklamator’, ‘Semangat Perjuangan’, ‘Wayang’, dan juga ‘Petinju’.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help