Pemkot Surabaya

Sisa MERR 1,6 Km Dikerjakan pada 2018, Pemkot Mengaku 240 Rumah dan Persil Siap Dibereskan

"Tahun ini target kami menuntaskan pembebasan lahan dan persil di Gunung Anyar. 2018 sudah dimulai pengerjaan fisik MERR," ujar Tri Rismaharini.

Sisa MERR 1,6 Km Dikerjakan pada 2018, Pemkot Mengaku 240 Rumah dan Persil Siap Dibereskan
surya/rorry nurmawati
Walikota Risma. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proyek infrastruktur jalan di middle east ring road (MERR) Surabaya dipastikan mulai dikerjakan fisiknya pada 2018. Jalur sisa ini bakal lebih lebar karena didesain untuk delapan lajur kendaraan.

"Tahun ini target kami menuntaskan pembebasan lahan dan persil di Gunung Anyar. 2018 sudah dimulai pengerjaan fisik MERR," ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rabu (16/8/2017).

Pemkot Surabaya memilih mengambil alih proyek jalan lingkar Timur tembus Sidoarjo itu dari pusat. Sebab proyek infrastruktur jalan itu mandek dan menyisakan sekitar 1,6 KM ke arah Sidoarjo.

Padahal jalur MERR itu bisa langsung tembus Tol Bandara Juanda. Karena mengambil alih, konsekuensinya tidak hanya pembenahan lahan yang selama ini menjadi tanggung jawab Pemkot. Tapi juga pengerjaan fisik jalan MERR.

Jalur MERR selama ini terhenti di Gunung Anyar UPN. Jalur impian warga yang hendak ke Sidoarjo dari sisi Timur Surabaya itu tak belanjut.

Pemkot Surabaya yang sebelumnya hanya mengurusi pembebasan lahan kini juga akan urusi pengerjaan fisik MERR.

"Saya yakin MERR bisa dilanjutkan pada 2018 besok. Yang jelas jalur sisa MERR akan lebih lebar. Bisa delapan mobil muat di jalur ini," kata Risma.

Lebih lebar dari MERR lama yang muat enam lajur kendaraan. Pemkot akan menjadikan wilayah perbatasan Sidoarjo sisi Timur itu seperti frontage Waru.

Sudah dua tahun lebih proyek pengurai macet di tengah kota tembus Tol Juanda itu mandek. Risma siap menuntaskan sisa jalur MERR yang buntung itu.

Dia juga sudah memasukkan di APBD untuk pelaksanaan proyek tersebut.

Saat ini, detail engeneering design (DED) untuk jalan sudah dirancang. Diharapkan tuntas juga tahun ini bersama pembebasan lahan Gunuganyar. Setelahnya lelang digelar terbuka.

Bagi masyarakat Gununganyar yang rumah dan kampungnya terkena dampak proyek MERR ini siap-siap mendapat ganti rugi. Tentu semua harga sesuai harga aprisial.

Jika saat ini total lajur kendaraan di jalan MERR ada enam lajur, maka untuk segmen Gunung Anyar akan diperluas menjadi delapan lajur.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menjelaskan bahwa proses pembebasan tinggal menyisakan belasan lahan dan rumah warga. Namun semua bisa dikebut.

Ada sekitar 240 rumah dan persil yang sudah siap dibayarkan. Dari jumlah itu 35 rumah beres terbayar.
"Semua menunggu harga apresial untuk dibayarkan," kata Erna.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help