Citizen Reporter
Menggiring Opini Publik ala Prof Krosnick
penulis citizen reporter Harian Surya usai teleconference ceramah umum Prof Jon Krosnick (Standforf University) di Konjen AS Surabaya ...
Reportase Agus Buchori
Cipoer Paciran, Lamongan
SALAH satu peran penting media adalah kemampuannya dalam memengaruhi opini publik. Lewat berita-berita yang disampaikannya mampu menggiring opini publik untuk secara bersama menilai atau mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.
Melalui agenda setting dan priming konten informasi yang dibagikan, ternyata ada efektivitas informasi dalam membentuk opini publik.
Itulah poin penting yang disampaikan Prof Jon Krosnick, dari Stanford University dalam ceramah umum di @amerika, Pacific Place mall, Lantai 3 yang terhubung langsung dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya.
Teleconference yang berlangsung Selasa (15/8/2017), pukul 14.00 WIB di hall Konjen AS Surabaya itu juga dihadiri puluhan penulis rubrik Citizen Reporter (Cipoer) Harian Surya Surabaya.
Saat paparan berlangsung via layar lebar, para cipoer tampak sangat serius menyimak karena Prof Krosnick menyampaikannya dalam bahasa Inggris. Pun, peserta di Jakarta juga terlihat sama seriusnya.
Sesi diskusi dibuka dan perwakilan Surabaya mendapat kesempatan pertama menanggapi paparan pakar peneliti opini publik AS ini.
Pertanyaan menggelitik dari peserta Surabaya adalah apakah bisa teori ini diterapkan di era internet di mana setiap individu mempunyai kemampuan membagi informasi via blog pribadi maupun medsos dengan menyisipkan agenda pribadi?
Dengan cerdik Prof Krosnick menyanggah bahwa apa yang terjadi di blog pribadi maupun medsos belum mampu menjangkau karena minimnya pembaca bahkan seringkali tak terbaca oleh netizen lainnya.
Dalam teorinya Prof Krosnick menitikberatkan pada pembaca yang melek psikologi politik dan mempunyai pendidikan tinggi saja yang akhirnya dapat dipengaruhi media.
Bagaimana dengan pembaca yang tak berpendidikan dan tak paham politik, apakah mereka juga terpengaruh dengan agenda setting media? Pertanyaan yang dilontarkan peserta dari Jakarta itu dibalas Prof Krosnick dengan senyuman dan pujian atas apreasiasi pendengar ceramahnya.
Prof Krosnick mengakui adanya perbedaan konteks penelitian di AS dan Indonesia dan mungkin hasilnya bisa berbeda apabila itu dilakukan di Indonesia.
Setelah berlangsung selama hampir dua jam acara pun usai. Di akhir acara, Prof Krosnick mengingatkan peserta bila dirinya akan menggebuk drum di hajatan Jazz Gunung di Bromo, Jawa Timur.
Setidaknya dalam teleconference tersebut, selain mengetahui teori mengenai opini publik, para Cipoer juga mengenal @amerika sebagai bagian Kedutaan Amerika yang menggawangi seni budaya dan pendidikan di AS. Demikian yang dijelaskan staf Humas Konjen AS di Surabaya, Hanum Tyagita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cipoer-di-konjen-as-surabaya_20170816_192000.jpg)