Surya/

Lapor Cak

Hati-hati, Banyak Pengendara Lawan Arus di Jl Jagalan

Setiap hari dengan mudah dijumpai adanya pengendara roda dua atau tiga yang melawan arus di Jalan Jagalan.

Hati-hati, Banyak Pengendara Lawan Arus di Jl Jagalan
surya/fatkhul alami
Pengendara motor malawan arus di Jalan Jagalan, Rabu (16/8/2017). Padahal jalan ini berlaku satu arus. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anda yang hendak melintas di Jl Jagalan Surabaya wajib ekstra hati-hati. Selain kerap terjebak kemacetan, pengguna jalan harus mewaspadai kendraan yang nekat menerabas lawan arus di jalan ini.

Setiap hari dengan mudah dijumpai adanya pengendara roda dua atau tiga yang melawan arus.
Pengendara melakukan itu guna mengambil jalan pintas tanpa mempedulikan bahaya yang mengancam sewaktu-waktu. Pasalnya, Jl Jagalan selalu padat volume kendaraan.

Biasanya, pengendara yang menerabas lawan arus itu dari Jl Semut Kali langsung masuk ke Jl Jagalan. Padahal, itu tidak boleh lantaran Jl Jagalan itu hanya satu arah.

Catur Setiono menuturkan, dirinya harus hati-hati jika melewati Jl Jagalan.

Di sana baisanya langganan macet karena di bahu jalan sisi kanan dan kiri ada mobil berjajar parkir. Selain mecet, juga hadrus berhadapan dengan kendaraan yang melawan arus.

"Biasanya motor yang sering melawan arus, kemudian ada becak atau rombong makanan. Ini kebiasaan tidak baik dan berbahaya bagi penguna jalan lainnya," tutur Catur, belum lama ini.

Pengendara yang melawan arus, kata Catur, sepertinya mengambil jalan pintas untuk masuk ke gang-gang perkampungan. Mereka tidak mau melewati jalan memutar yang jaraknya lebih panjang. Padahal, kebiasaan melawan arus cukup menggagu.

Catur yang bekerja di Jl Peneleh Surabaya berharap, pengendara yang biasa melawan arus bisa mengubah kebiasaan ini. Mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Salah satu juru parkir di Jl Jagalan juga menuturkan, kerap motor melawan arus di Jl Jagalan.

Kebiasaan ini sebenaranya cukup berbahaya, tapi dirinya tidak berani menegur atau melarang jika ada pengendara motor yang melawan arus.

"Sepertinya sudah biasa kalau melawan arus, mereka biasanya jalan pelan-pelan menghindari pengendara dari awar berlawanan," aku salah satu juri parkir yang tidak mau disebut namanya.

Ia berharap, kebiasaan lawan arus tidak semakin banyak. Kemudian ada petugas yang melakukan penindakan dengan pengendara yang melawan arus. Selama ini pengendara yang melanggar tidak ada tindakan apapun.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help