Surya/

Berita Sidoarjo

VIDEO - Warga Sidoarjo 'Perang' terhadap Sampah di Kali Mancas Sedati, Lihat Aksi Mereka

Sebanyak 300 orang dari berbagai organisasi, petugas, serta warga sekitar, membersihkan sampah yang menumpuk sepanjang 3 km kali tersebut.

Reportase: Irwan Syairwan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo yang sekarang berubah nama menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) langsung membersihkan tumpukan sampah di Kali Mancas, Sedati, Selasa (15/8/2017).

Sebanyak 300 orang dari berbagai organisasi, petugas, serta warga sekitar, membersihkan sampah yang menumpuk sepanjang 3 km kali tersebut.

Kepala DLHK Sidoarjo, Bahrul Amig, mengatakan pihaknya tak bisa sendirian mengatasi permasalahan sampah di Kota Delta.

"Masyarakat juga harus berperan," katanya.

Amig menuturkan sampah-sampah yang membentang di Kali Mancas ini merupakan cerminan permasalahan sampah warga Sidoarjo. Hampir seluruh sampah itu merupakan sampah domestik atau limbah rumah tangga.

Artinya, lanjut Amig, kesadaran masyarakat untuk mengatur sampah masih rendah.

"Kebiasaan membuang sampah di sungai dianggap hal yang benar. Padahal tidak. Kami akan terus melakukan sosialisasi untuk mengubah kebiasaan itu," sambungnya.

Kendati didominasi sampah domestik, Amig menyatakan tak serta-merta menyalahkan salah satu pihak. Sampah-sampah itu tetap akan dibersihkan sampai tuntas, sembari terus memberikan kesadaran ke warga untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Salah satu cara untuk penyadaran itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kades-kades untuk membentuk satgas kebersihan di desa masing-masing.

"Kami juga akan mendorong kades-kades untuk menerbitkan Perdes terkait pengelolaan sampah warga. Kalau perlu, nanti dikuatkan dengan SK Bupati," paparnya.

Sedangkan warga Desa Girik Cemandi, Burhan, meminta DLHK untuk rutin membersihkan sampah-sampah di Kali Mancas. Sampah-sampah ini bukan dari sampah warga melainkan kiriman dari wilayah lain di Sidoarjo.

"Jangan tunggu sampai penuh baru dibersihkan. Juga di pintu air Gedangan sampah-sampah harus dibersihkan supaya tidak banyak mengalir ke wilayah kami," tandas Burhan.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help