Surya/

Bisnis

Kawasan Industri Mampu Jadi Pendorong Ekonomi Nasional dan Lokal

Keberadaan infrastruktur mampu menarik konsumen atau investor untuk mengembangkan usahanya mulai dari tempat pengolahan, pengemasan, dan gudang.

Kawasan Industri Mampu Jadi Pendorong Ekonomi Nasional dan Lokal
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Anggota DPRRI, Bambang Haryo (palking kanan) saat berkunjung ke PT SIER, Surabaya, Selasa (15/8/2017). Dalam kunjungannya Bambang Haryo menjaring aspirasi para pelaku usaha yang hadir. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertumbuhan industri di Indonesia masih sekitar 4,7 persen, atau masih  di bawah pertumbuhan ekonomi nasional secara umum yang mencapai 5,2 persen.

Salah satu yang menjadi pendorong peningkatan industri adalah keberadaan kawasan industri, yang di tahun ini, pemerintah menyiapkan 11 kawasan industri baru.

"Kehadiran kawasan industri baru tidak akan mematikan yang sudah ada. Karena nantinya akan tersegmentasi kebutuhan dan karakteristik industri itu sendiri. Seperti Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang saat ini okupansinya sudah penuh, tidak akan tergeser ke daerah lain karena sudah settle," jelas Fattah Hidayat, Direktur PT SIER, di sela menerima kunjungan anggota DPR RI Komisi IV, Bambang Haryo Sukartono, Selasa (15/8/2017).

Dalam pertemuan itu perwakilan Forum Komunikasi Tenant-Tenant atau perusahaan yang ada di kompleks SIER, hadir ikut menemuinya. Antara lain dari PT HM Sampoerna dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, terungkap kawasan industri memberi kontribusi yang besar dalam hal peningkatan pertumbuhan industri. Keberadaan infrastruktur mampu menarik konsumen atau investor untuk mengembangkan usahanya mulai dari tempat pengolahan, pengemasan, gudang hingga distribusi.

"Akses jalan raya utama atau ke tol juga sudah cukup bagus dan dekat. Termasuk di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), yang saat ini ada akses tol antara Gempol - Rembang," tambah Bambang.

Selanjutnya, Direktur PT SIER, Fattah Hidayat, menyatakan pada tahun lalu hanya ada 1 investor saja yang masuk ke SIER. Sedangkan pada tahun ini sudah ada 3 investor masuk ke PIER maupun SIER.

“Pertumbuhan industri yang melambat pun juga berdampak terhadap permintaan kawasan industri," kata Fattah.

Meski berdampak, namun PIER telah menyiapkan langkah strategis dengan pengembangan areal kawasan industri dari sekitar 563 hektar bertambah 25 hektar.

"Hingga saat ini sudah masuk ke tahap pembebasan lahan. Rencananya dana pembebasan lahan tersebut akan dianggarkan di anggaran 2018," jelas Fattah.

PT SIER kini memiliki 3 kawasan industri yakni SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dengan luas lahan 245 hektar, Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB) dengan lahan 87 hektar, Pasuruan Industrial Estate Rungkut (PIER) seluas 563 hektar.

“SIER dan Brebek sekarang sudah penuh. Sedangkan untuk PIER okupansinya mencapai 50 persen. Kami optimis target tahun ini bisa tercapai mencapai target yang dicanangkan dengan laba bersih Rp 100 miliar,” jelasnya.

Fattah meyakini potensi kawasan industri masih bertumbuh positif di Jawa Timur ditunjang dengan fasilitas dan infrastruktur. Akses ke PIER saat ini sudah dipermudah dengan adanya interchange tol Gempol – Pasuruan. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dapat diakses oleh flyover Porong.

Corporate Secretary PT SIER Teguh Rudi Siswanto menambahkan dengan berbagai infrastruktur tersebut maka akses antara PIER dengan Surabaya dapat ditempuh dalam jangka waktu 30 menit saja.

Pihaknya pun bekerjasama dengan KA Log untuk pengadaan dry pot atau pelabuhan kering guna mempermudah akses industri ke berbagai daerah. Proyek tersebut hingga kini masih dalam tahap pra studi kelayakan pembangunan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help